KabarBaik.co, Lombok Barat – Jumlah orang berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok bertambah menjadi 212 orang hingga Rabu (12/8) malam. Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, sebelumnya tim SAR gabungan mencatat 173 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
“Totalnya sudah 212 yang sudah dievakuasi,” kata Hariyadi saat ditemui di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Tambahan 39 orang tersebut dievakuasi oleh KMP Pratama Kalyani. Dia mengatakan, 39 orang tersebut masih berada di atas KMP Pratama Kalyani dan dalam perjalanan menuju Pelabuhan Lembar.
“Yang ada 39 orang itu masih di Kapal Pratama Kalyani sedang menuju ke Lembar. Kebetulan dari Lembar juga, dari perusahaan yang sama. Ikut membantu pencarian,” ujarnya.
Hariyadi menjelaskan, tim SAR gabungan mengerahkan enam kapal dari berbagai unsur setelah menerima laporan kebakaran KMP Putri Yasmin sekitar pukul 04.30 WITA. “Yang pertama itu ada enam kapal yang kita gerakkan ke lokasi. Dari total laporan awal yang kita terima sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kementerian, 173 dengan satu meninggal,” katanya.
Meski jumlah orang yang telah dievakuasi mencapai 212 orang, Kantor SAR Mataram belum dapat memastikan apakah masih terdapat orang yang belum ditemukan atau belum masuk dalam pendataan. Menurut Hariyadi, pendataan jumlah penumpang dan kru merupakan kewenangan pihak perusahaan.
Tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi pencarian pada hari ini (13/8). Pencarian juga akan menindaklanjuti laporan dari keluarga yang belum memperoleh informasi mengenai anggota keluarganya. “Besok kita juga tetap upayakan pencarian, karena golden time pencarian itu tiga hari. Kita lakukan pencarian terus selama masih ada pengaduan, kita tetap melakukan pencarian,” kata Hariyadi.
Ia mengatakan, pencarian akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian.
KMP Putri Yasmin terbakar saat dalam pelayaran dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Perkembangan jumlah korban yang dievakuasi masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan pendataan di lapangan. (*)






