226 Kebakaran Terjadi Selama Januari-Juli di Bojonegoro, Kerugian Capai Rp 11,5 M

oleh -98 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 04 at 2.46.31 PM
Petugas Damkarmat Bojonegoro saat memadamkan api (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Musim kemarau yang membuat kondisi lahan dan vegetasi semakin kering berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran di Bojonegoro. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro mencatat 226 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 kejadian terjadi selama Juli, atau lebih dari separuh total kebakaran dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

Data rekapitulasi Damkarmat menunjukkan kebakaran paling banyak terjadi di lahan, pekarangan, tumpukan sampah, jerami, dan rumpun bambu dengan total 84 kejadian hingga Juli. Selain itu, tercatat 29 kebakaran permukiman atau rumah, 28 kebakaran yang melibatkan meteran listrik, kabel, travo, maupun gardu listrik, serta 22 kebakaran lahan hutan.

Tingginya angka kebakaran tersebut tidak lepas dari berbagai faktor penyebab. Pembakaran sampah menjadi pemicu terbesar dengan 87 kejadian. Kondisi cuaca yang panas dan angin kencang membuat api dari pembakaran sampah mudah merambat ke lahan kering maupun permukiman. Selain itu, korsleting atau arus pendek listrik menyumbang 55 kejadian, sementara 22 kasus lainnya diduga akibat unsur kesengajaan.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, mengatakan lonjakan kebakaran pada Juli merupakan kondisi yang tidak biasa dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Bulan Juli merupakan kejadian luar biasa, sebab lonjakan kejadian kebakaran sangat banyak dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama pada lahan dan semak,” ujar Agus, Rabu (5/8).

Meningkatnya jumlah kebakaran tersebut juga berdampak pada besarnya kerugian yang harus ditanggung masyarakat. Selama Januari hingga Juli 2026, total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 11,55 miliar. Meski demikian, berkat respons cepat petugas, aset masyarakat dengan nilai sekitar Rp 114,09 miliar berhasil diselamatkan dari amukan api.

Melihat tingginya angka kejadian, Damkarmat Bojonegoro mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar, terutama di kawasan lahan kering maupun permukiman.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah. Saat musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah merambat dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar,” pungkas Agus. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.