24 Agustus Hari Televisi Nasional: Menelusuri Sejarah Televisi di Indonesia

oleh -201 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 24 at 6.14.12 AM
Hari Televisi Nasional

KabarBaik.co – Setiap 24 Agustus, Indonesia memperingati Hari Televisi Nasional. Momentum ini menjadi pengingat atas lahirnya penyiaran televisi nasional sekaligus perjalanan panjang televisi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan pemersatu masyarakat.

Peringatan Hari Televisi Nasional tidak dapat dipisahkan dari berdirinya Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia. TVRI resmi berdiri pada 24 Agustus 1962, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Penerangan Republik Indonesia Nomor 20/SK/VII/61. Tanggal tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah pertelevisian nasional.

Kehadiran televisi di Indonesia berkaitan erat dengan penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta pada 1962. Pemerintah saat itu memandang televisi sebagai sarana strategis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Sebelum resmi berdiri pada 24 Agustus 1962, TVRI telah melakukan siaran percobaan pada 17 Agustus 1962 dengan menayangkan secara langsung upacara peringatan HUT ke-17 Kemerdekaan Indonesia dari Istana Merdeka, Jakarta.

Selanjutnya, pada 24 Agustus 1962, TVRI diresmikan bertepatan dengan pembukaan Asian Games IV di Jakarta. Siaran tersebut menjadi salah satu tonggak awal penyiaran televisi nasional dan menandai masuknya Indonesia ke era baru komunikasi massa.

Pada masa awal, TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia. Jaringannya kemudian dikembangkan secara bertahap dengan membangun stasiun penyiaran di berbagai daerah, mulai dari Yogyakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Denpasar hingga sejumlah wilayah lainnya.

Perkembangan jaringan tersebut membuat televisi semakin dekat dengan masyarakat di berbagai penjuru Indonesia. Bahkan, pada 1976, TVRI mulai memanfaatkan satelit Palapa untuk memperluas jangkauan siarannya.

Perubahan besar dalam dunia televisi terjadi pada 1989 ketika pemerintah mulai memberikan kesempatan kepada televisi swasta untuk beroperasi. RCTI menjadi televisi swasta pertama, kemudian disusul sejumlah stasiun televisi lainnya. Kehadiran televisi swasta membuat dunia penyiaran Indonesia semakin beragam, baik dari sisi informasi, hiburan maupun program pendidikan.

Seiring perkembangan teknologi, televisi di Indonesia juga mengalami perubahan besar. Dari televisi hitam putih dengan layar tabung, industri penyiaran berkembang menuju televisi berwarna, televisi berlayar datar, hingga penyiaran digital.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa televisi tidak lagi sekadar menjadi perangkat hiburan di ruang keluarga. Televisi telah berkembang menjadi salah satu sumber informasi penting bagi masyarakat sekaligus bagian dari industri kreatif dan ekonomi media.

Hari Televisi Nasional karena itu bukan hanya momentum untuk mengenang sejarah lahirnya TVRI, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali peran dan tanggung jawab dunia penyiaran. Di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial, televisi tetap dituntut menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, edukatif, serta bertanggung jawab.

Dengan demikian, setiap 24 Agustus menjadi momentum untuk menghargai perjalanan panjang televisi Indonesia—dari sebuah teknologi baru pada 1960-an hingga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana televisi bertahan, tetapi bagaimana media penyiaran terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tetap menghadirkan tayangan yang berkualitas bagi publik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.