KabarBaik.co — Bagi sebagian orang, membaca komik mungkin identik dengan aktivitas santai di rumah. Namun, setiap 28 Agustus, para pencinta komik di berbagai belahan dunia diajak untuk melakukan hal berbeda, yakni membaca komik secara terbuka di ruang publik. Peringatan tersebut dikenal sebagai International Read Comics in Public Day atau Hari Membaca Komik di Depan Umum.
Seperti namanya, peringatan ini mengajak masyarakat untuk membaca komik di tempat-tempat umum, seperti taman, perpustakaan, kafe, kendaraan umum, maupun ruang publik lainnya. Tujuannya bukan sekadar membaca, tetapi juga menunjukkan bahwa komik merupakan salah satu bentuk karya seni dan literasi yang dapat dinikmati siapa saja.
Komik juga memiliki beragam genre dan gaya. Tidak hanya cerita superhero, komik mencakup kisah humor, petualangan, pendidikan, sejarah, kehidupan sehari-hari hingga novel grafis. Perpaduan gambar dan teks membuat komik menjadi media yang mampu menyampaikan cerita serta gagasan dengan cara yang menarik.
International Read Comics in Public Day pertama kali digagas pada 2010 oleh dua pencinta komik, Brian Heater dan Sarah Morean, yang juga merupakan pengelola situs komik The Daily Cross Hatch. Peringatan tersebut dibuat untuk mendorong para pembaca komik agar tidak ragu menunjukkan kegemarannya di ruang publik sekaligus meningkatkan perhatian terhadap komik sebagai sebuah medium seni dan sastra.
Pemilihan tanggal 28 Agustus bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari kelahiran Jack Kirby, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah komik Amerika Serikat. Kirby lahir pada 28 Agustus 1917 dan dikenal melalui kontribusinya dalam menciptakan serta mengembangkan berbagai karakter komik terkenal.
Karena itu, tanggal 28 Agustus kemudian digunakan sebagai momentum untuk merayakan kecintaan terhadap komik sekaligus mengenang kontribusi besar Kirby terhadap perkembangan industri komik.
Meski menggunakan istilah “International”, International Read Comics in Public Day bukanlah hari internasional resmi yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau lembaga internasional pemerintahan lainnya.
Peringatan ini merupakan hari perayaan yang digagas komunitas pencinta komik pada 2010 dan kemudian berkembang menjadi agenda tahunan yang dirayakan oleh penggemar komik di berbagai negara.
Lebih dari sekadar perayaan bagi penggemar, Hari Membaca Komik di Depan Umum menjadi pengingat bahwa membaca tidak harus selalu dilakukan melalui buku konvensional. Komik juga dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan minat baca, terutama bagi mereka yang lebih tertarik pada cerita berbasis visual. (*)






