30 April Peringatan Hari Keterbukaan Informasi: Ini Makna Logo dan Tema di Jawa Timur

oleh -102 Dilihat
HAKIN 2026 LOGO

KabarBaik.co, Surabaya- Setiap tanggal 30 April diperingati sebagai Hari Keterbukaan Informasi (HAKIN). Penetapan tanggal tersebut mengacu sejarah penting disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Pada tahun ini, Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur memilih simbol berbentuk bunga dengan delapan kelopak sebagai simbol Asta Cita Presiden. Lantas apa filosofi di balik desain logo HAKIN 2026 di Jawa Timur tersebut:

​1. Bentuk Bunga yang Mekar (Simbol Keterbukaan)

​Bentuk dasar bunga yang sedang mekar secara harfiah melambangkan keterbukaan (transparansi). Layaknya kelopak bunga yang membuka diri terhadap cahaya, ini merepresentasikan badan publik yang semakin terbuka, transparan, dan akuntabel dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

​2. Kelopak yang Saling Berjalin (Kolaborasi dan Sinergi)

​Garis-garis kelopak yang saling tumpang tindih dan terhubung membentuk satu kesatuan yang kokoh. Ini melambangkan sinergisitas dan aliran informasi dua arah antara pemerintah (badan publik) dan masyarakat. Keterbukaan informasi bukan hanya tentang memberi, tetapi juga partisipasi aktif publik yang saling melengkapi.

​3. Filosofi Warna

​Biru (Kepercayaan dan Kedalaman): Warna biru merepresentasikan integritas, profesionalisme, dan kepercayaan. Ini adalah pondasi bahwa informasi yang diberikan kepada publik adalah informasi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

​Hijau (Pertumbuhan dan Ekosistem Sehat): Hijau melambangkan kesegaran, pertumbuhan, dan harmoni. Ini mencerminkan harapan agar ekosistem keterbukaan informasi di Indonesia terus tumbuh menjadi budaya yang sehat dan memberdayakan masyarakat.

​Oranye pada teks “2026″ (Energi dan Inovasi): Memberikan sentuhan energi positif, semangat, dan inovasi dalam menyambut era baru keterbukaan informasi publik di tahun 2026.

​4. Desain Simpel dan Geometris (Aksesibilitas)

​Garis-garis melengkung yang mulus, modern, dan tidak rumit mencerminkan aksesibilitas. Filosofinya adalah bahwa informasi publik haruslah mudah diakses, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit (bebas birokrasi yang rumit) bagi seluruh lapisan masyarakat.

​5. Ruang Terang di Titik Tengah (Pencerahan)

Pusat bunga yang tampak lebih terang (gradasi putih/terang di tengah) melambangkan bahwa informasi adalah sumber pencerahan. Hak atas informasi adalah hak asasi manusia yang berfungsi untuk mencerdaskan dan memberdayakan bangsa.

Sementara itu, tagline “Jawa Timur Inklusif: Keterbukaan Informasi Bersinar, Partisipasi Publik Mekar” terdengar sangat segar, positif, dan mudah diingat.

Jawa Timur Inklusif. Frasa ini sebagai sebuah visi yang jelas bahwa keterbukaan informasi merangkul semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok rentan atau marjinal.

​Lalu, kata “bersinar” melambangkan transparansi yang menerangi (menghapus ruang gelap atau ketertutupan) sehingga masyarakat dapat melihat dan mengawasi dengan lebih terang. Dan, frasa “Partisipasi Publik Mekar” menganalogikan partisipasi masyarakat sebagai bunga atau tanaman yang hidup dan tumbuh dengan indah karena mendapatkan “cahaya” dari keterbukaan informasi tersebut.

​”Kami berharap Jawa Timur terus inklusif dan terangnya keterbukaan informasi, menjadi semakin mekarnya kepercayaan dan partisipasi publik,” kata Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur A. Nur Aminuddin. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.