KabarBaik.co, Jakarta – Sebanyak 40 praktisi dan pemerhati keberlanjutan atau sustainability yang tergabung dalam Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) mengunjungi pabrik Bogasari Flour Mills Jakarta, Jumat (7/8). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat langsung penerapan prinsip keberlanjutan di industri manufaktur berskala besar.
Bogasari Flour Mills merupakan anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Para peserta diterima Vice President Engineering and Technology Divisi Bogasari bersama tim sustainability Bogasari dan Indofood. Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu merupakan bagian dari program field visit tahunan IS2P. Agenda tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para profesional dalam mempelajari penerapan keberlanjutan di lingkungan operasional perusahaan.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari perusahaan swasta, BUMN hingga perguruan tinggi. Di antaranya perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Tempo Scan, GoTo Group, Danone, PT Isores Sinergi Internasional, PT Gagas Inspirasi Nusantara, serta Purupiru Creative & Sustainability Communication.
Sementara dari kalangan akademisi, peserta berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Negeri Malang, Universitas Pancasila dan Universitas Buddhi Dharma.
Vice President Engineering and Technology Divisi Bogasari Andry Wiryanto menyambut positif kunjungan tersebut. Menurut dia, Bogasari terbuka untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di lingkungan industri.
“Bogasari memegang teguh komitmen keberlanjutan, khususnya dalam efisiensi energi, pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim,” kata Andry dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (7/8).
Dia menjelaskan sejumlah penerapan keberlanjutan dapat dilihat langsung di area operasional Bogasari. Di antaranya pengelolaan air secara efisien, penerapan sistem pemanenan air hujan atau rain water harvesting, serta sistem pengendalian banjir terintegrasi.
Menurut Andry, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga efisiensi operasional sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di sekitar kawasan industri.
Dalam kunjungan tersebut, peserta juga mendapatkan paparan mengenai tata kelola keberlanjutan Indofood Group. Materi disampaikan Head of Sustainability Indofood Elly Putranti, yang menjelaskan tata kelola keberlanjutan sebagai salah satu bagian penting dalam pengelolaan perusahaan.
Sementara Corporate Sustainability Manager Indofood Fernandus Satria memaparkan strategi grup dalam memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim dan menekan emisi karbon.
Paparan kemudian dilanjutkan Manajer Energy Management System and Sustainability Bogasari Yoga yang menjelaskan penerapan keberlanjutan secara lebih spesifik di lingkungan pabrik. Yoga antara lain menjelaskan penerapan ISO 50001 Energy Management System yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi.
Bogasari juga menerapkan pengelolaan air melalui pemanenan air hujan, pengolahan air laut menjadi air tawar untuk kebutuhan produksi dan nonproduksi, serta pengolahan air limbah domestik untuk digunakan kembali sebagai sumber air flushing toilet.
“Dalam rangka climate resilience, Bogasari juga memiliki flood protection dengan menggunakan sistem polder,” ujarnya.
Setelah mengikuti paparan selama lebih dari satu jam di Auditorium Bogasari, rombongan diajak melihat langsung sejumlah fasilitas di kawasan pabrik.
Peserta mengunjungi fasilitas pengolahan air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), panel kontrol pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta area nursery yang digunakan untuk pembibitan berbagai jenis tanaman, termasuk mangrove.
Rombongan juga melihat pengelolaan dermaga Bogasari yang telah menerapkan konsep green port serta fasilitas pabrik pasta Bogasari yang menjadi salah satu fasilitas produksi pasta di Indonesia.
Ketua IS2P Satrio Dwi Prakoso mengapresiasi keterbukaan Indofood dan Bogasari dalam menerima kunjungan tersebut. Menurut dia, tingginya minat peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian profesional terhadap praktik keberlanjutan di dunia usaha.
“Apalagi waktu persiapan dan pendaftaran terhitung singkat, dan langsung diburu oleh para praktisi dan pemerhati sustainability,” ujar Satrio.
Sementara itu, Executive Director Purupiru Creative & Sustainability Communication Sam August Himmawan menilai kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
“Dari kunjungan ke Bogasari, kami melihat dan belajar tentang bagaimana keberlanjutan dijalankan, bukan sekadar untuk laporan bagi pemangku kepentingan, namun benar-benar berdampak positif bagi proses bisnis,” katanya.
Hal senada disampaikan Tenaga Ahli Utama KAI Logistik Ike Noorhayati. Ia mengapresiasi keterbukaan Bogasari dalam memperlihatkan berbagai penerapan keberlanjutan selama kunjungan.
Menurut Ike, penerapan keberlanjutan di Bogasari menunjukkan bahwa aspek lingkungan dapat diintegrasikan dengan proses bisnis dan rantai pasok.
“Saya bisa melihat ekosistem bisnis yang berhasil mengunci variabel sustainability hingga ke tingkat rantai pasok grup. Ini segar sekali secara operasional serta tampak komitmen dari direksi Indofood hingga ke seluruh anak usaha,” ujarnya.
Ike menambahkan,tata kelola keberlanjutan yang diterapkan Grup Indofood tidak berhenti pada kebijakan di tingkat holding, tetapi diterjemahkan hingga ke perusahaan-perusahaan di dalam grup. “Integrasi keberlanjutan bisa menjadi bagian dari mekanika inti bisnis, bukan sekadar pelengkap laporan tahunan,” katanya. (*)






