Kadin Jatim Dorong Profesi Pengasuh Anak Jadi Karier Profesional

oleh -101 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 07 at 3.16.58 PM scaled
Kadin Jatim Dorong Profesi Pengasuh Anak Jadi Karier Profesional (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim bersama Kadin Institute mendorong profesi pengasuh anak atau child care menjadi pekerjaan profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan tenaga pengasuh anak yang digelar Kadin Institute bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur pada 27 Juli-6 Agustus 2026 di Surabaya.

Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pengembangan konsep care economy, yakni sektor ekonomi yang menempatkan pekerjaan pengasuhan sebagai profesi yang memiliki nilai dan dibutuhkan masyarakat.

“Pengasuh bayi, anak maupun lansia dulu sering dianggap pekerjaan sampingan. Padahal sekarang justru menjadi profesi baru yang sangat dibutuhkan,” kata Nurul saat penutupan pelatihan di Surabaya, Jumat (7/8).

Menurut Nurul, kebutuhan tenaga pengasuh profesional berpotensi meningkat seiring berkembangnya fasilitas penitipan anak, termasuk di kawasan industri. Kehadiran daycare diharapkan membantu pekerja, terutama ibu yang memiliki anak usia dini, tetap bekerja dengan tenang.

Dalam pelatihan, peserta mendapat materi mengenai tumbuh kembang anak, kesehatan, gizi, pertolongan pertama, kebersihan, komunikasi, hingga keterampilan pendukung lainnya.

Nurul menekankan pentingnya kompetensi pengasuh karena usia 0-6 tahun merupakan masa penting dalam perkembangan anak.

“Pengasuh tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibekali ilmu, keterampilan, dan hati yang baik,” ujarnya.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan program tersebut akan diperluas ke lima titik di Jawa Timur dengan total 150 peserta. Selain di Kadin Institute Surabaya, pelatihan digelar di sejumlah lokasi di Surabaya, Malang, Blitar, dan Ponorogo.

Peserta juga akan menjalani magang selama satu minggu sebelum mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pekerja Domestik Nusantara yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Peserta yang dinyatakan kompeten selanjutnya berpeluang ditempatkan di daycare yang membutuhkan tenaga pengasuh bersertifikat.

Salah satu peserta, Aura Puspa Devina, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, mengatakan pelatihan membuatnya memahami bahwa pekerjaan pengasuh anak membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus.

“Menjadi caregiver tidak cukup hanya dengan naluri, tetapi harus dibekali ilmu,” katanya.

Hal senada disampaikan Lailatul Choiriyah yang telah bekerja di sebuah daycare di Surabaya. Menurutnya, pelatihan tersebut menambah pengetahuan praktis, mulai dari gizi seimbang, pertolongan pertama, penanganan anak tersedak hingga menjaga kebersihan lingkungan daycare.

Melalui pelatihan tersebut, Kadin Jawa Timur berharap semakin banyak tenaga pengasuh anak yang memiliki kompetensi sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor care economy.

Penguatan profesi ini juga diharapkan dapat membantu keluarga mendapatkan layanan pengasuhan yang lebih aman dan berkualitas, terutama bagi anak-anak pada masa tumbuh kembang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.