KabarBaik.co – Progres pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu masih menghadapi sejumlah hambatan. Tercatat enam desa dan kelurahan belum siap merealisasikan pembangunan gerai maupun kantor koperasi karena terbatasnya ketersediaan lahan.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta seluruh desa dan kelurahan menyiapkan lahan sejak awal program berjalan. Namun, kondisi geografis Kota Batu membuat proses tersebut tidak mudah. “Kontur wilayah di Kota Batu menjadi persoalan. Ada lahan yang tidak memenuhi syarat, hingga wilayah yang sama sekali tidak memiliki lahan,” ujarnya, Sabtu (6/12).
Nurochman merinci bahwa enam koperasi yang belum siap itu terdiri dari tiga Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dan tiga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Keenamnya memiliki kendala berbeda-beda.
Daftar wilayah yang belum siap membangun koperasi diantaranya KKMP Temas, KKMP Ngaglik, KKMP Songgokerto, KDMP Sumberbrantas, KDMP Punten, dan KDMP Pesanggrahan. “Ini perlu pengkajian lebih lanjut agar dapat ditemukan solusi alternatif,” tambah Nurochman.
Hingga kini belum ada kepastian kapan pembangunan gerai maupun kantor koperasi di enam wilayah tersebut bisa dimulai. Meski begitu, Pemkot Batu menyatakan tetap optimistis.
Sejak launching nasional pada Juli 2025, hanya lima KDKMP yang telah beroperasi di Kota Batu. Kelima koperasi itu berada di Kelurahan Dadaprejo dan Desa Pendem (Kecamatan Junrejo), Kelurahan Sisir (Kecamatan Batu), Desa Bulukerto dan Desa Bumiaji (Kecamatan Bumiaji).
Lima koperasi tersebut sementara memanfaatkan aset desa yang tidak terpakai, seperti bangunan eks kantor desa. Pemkot Batu menegaskan akan terus mendorong percepatan pembangunan KDKMP di seluruh wilayah meski masih dihadapkan pada keterbatasan lahan dan persoalan teknis lainnya. (*)







