7 Jenis Tanaman Indoor yang Wajib Kamu Tanam untuk Menghasilkan Oksigen Alami

Reporter: Lilis Dewi
oleh -33 Dilihat
Foto Freepik

KabarBaik.co- Udara segar dan bersih merupakan kebutuhan vital bagi manusia. Di tengah kesibukan dan polusi udara di kota besar, keberadaan tanaman indoor dapat menjadi solusi untuk menghadirkan udara segar di dalam rumah.

Selain mempercantik ruangan, beberapa jenis tanaman indoor memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen alami. Berikut adalah 7 jenis tanaman indoor yang wajib kamu tanam untuk mendapatkan manfaat tersebut:

1. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)

Tanaman ini terkenal dengan kemampuannya membersihkan udara dari racun dan polutan seperti formaldehida, xylene, dan benzena. Lidah mertua juga mudah dirawat dan tahan terhadap kondisi minim cahaya.

2. Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Tanaman merambat ini dapat tumbuh dengan baik di pot gantung atau rak. Sirih gading mampu menyerap zat berbahaya seperti trichloroethylene dan formaldehyde dari udara.

3. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

Tanaman laba-laba ini efektif dalam menghilangkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida dari udara. Spider plant juga mudah ditanam dan diperbanyak.

4. Peace Lily (Spathiphyllum)

Tanaman ini menghasilkan bunga putih yang indah dan mampu membersihkan udara dari formaldehida, amonia, dan benzena. Peace lily menyukai tempat teduh dan lembab.

5. Areca Palm (Dypsis lutescens)

Tanaman palem ini efektif dalam meningkatkan kelembaban udara dan menghilangkan formaldehida. Areca palm cocok untuk ruangan yang luas.

6. English Ivy (Hedera helix)

Tanaman ivy merambat ini dapat membersihkan udara dari benzena, xylene, dan formaldehida. English ivy mudah ditanam dan dapat tumbuh di berbagai kondisi pencahayaan.

7. Pohon Karet (Ficus elastica)

Tanaman ini memiliki daun yang besar dan indah. Pohon karet mampu membersihkan udara dari formaldehida, xylene, dan trichloroethylene. Pohon karet menyukai tempat terang dan lembab.

Tips Merawat Tanaman Indoor:

Perhatikan Pencahayaan

Kebutuhan cahaya setiap tanaman berbeda-beda. Lidah mertua (Sansevieria) مثلا (misalnya) tahan terhadap cahaya minim, sedangkan Aglonema justru membutuhkan cahaya terang tidak langsung. Pelajari kebutuhan cahaya ideal untuk tanaman Anda dan tempatkan mereka di lokasi yang sesuai.

2. Siram Secukupnya

Salah satu kesalahan paling umum dalam merawat tanaman indoor adalah terlalu sering menyiram. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan akar busuk. Cek kondisi tanah terlebih dahulu sebelum menyiram. Jika masih lembap, tunda penyiraman. Sebaiknya siram sampai air mengalir keluar dari lubang pot.

3. Atur Kelembaban Udara

Beberapa tanaman seperti Peace Lily (Spathiphyllum) dan Calathea membutuhkan tingkat kelembaban udara yang tinggi. Untuk meningkatkan kelembaban, Anda bisa mengelompokkan tanaman hias atau menggunakan humidifier.

4. Pemupukan Berkala

Tanaman juga membutuhkan nutrisi untuk tumbuh subur. Berikan pupuk khusus tanaman hias secara berkala sesuai petunjuk penggunaan. Hindari pemupukan berlebihan yang justru bisa merusak tanaman.

5. Pangkas dan Bersihkan Secara Rutin

Buang daun-daun yang layu atau menguning untuk menjaga kesehatan tanaman secara keseluruhan. Pangkas batang atau ranting yang tumbuh terlalu panjang untuk menjaga bentuk tanaman. Bersihkan daun dari debu secara rutin agar proses fotosintesis berjalan optimal.

Bonus Tip!

  • Sesekali bawa tanaman hias Anda keluar ruangan untuk mendapatkan sinar matahari pagi yang tidak terik
  • Amati tanaman Anda secara berkala. Dengan mengenali ciri-ciri tanaman yang sehat dan tidak sehat, Anda bisa cepat mengatasi masalah yang muncul.

Dengan menanam beberapa jenis tanaman indoor di rumah, Anda dapat meningkatkan kualitas udara dan menciptakan suasana yang lebih segar dan sehat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.