Akibat Siklus La Nina, BPBD Bojonegoro Prediksi Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Lama

Reporter: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal
oleh -47 Dilihat
Laela Noer Aeny, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis awal musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro yang jatuh pada awal Mei lalu. Diprediksi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung cukup lama jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya akibat siklus La Nina.

Puncak musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro diprediksi terjadi pada Juli hingga September mendatang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Noer Aeny.

Baca juga:  KPK Nilai Inspektorat Bojonegoro Belum Memenuhi Standar Minimal

”Awal Mei kemarin sudah dinyatakan kemarau sampai dengan September nanti. Sedangkan, puncaknya terjadi antara Juli hingga Agustus,” kata Any, sapaan karib Laela Noer Aeny, Rabu (12/6).

Any menjelaskan, dalam mengantisipasi puncak kemarau, pihaknya akan mengalokasikan sekitar 300 unit drum tangki 500 liter dan 1000 lembar terpal untuk pendistribusian air bersih ke warga yang terdampak kekeringan.

Baca juga:  Polres Bojonegoro Dapat Hibah Rp7,2 Miliar Dari Pemkab

Berdasar data kemarau pada tahun 2023 lalu, lanjut Any, di Kabupaten Bojonegoro terdapat 118 desa di 24 kecamatan yang mengalami kekeringan. Sementara, pada tahun ini kekeringan diprediksi terdapat sekitar 90 desa di 19 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. ”Ini data masuk per tanggal 4 Juni kemarin,” paparnya.

Menurut Any, siklus La Nina memperparah musim kemarau pada tahun ini. Hal tersebut berdampak pada bertambahnya musim kemarau dibandingkan dengan musim-musim kemarau sebelumnya.

Baca juga:  Jelang Kelulusan Sekolah, Kapolres Bojonegoro Imbau Tidak Ada Konvoi

Kalaksa BPBD Bojonegoro menghimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan air bersih karena musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.