KabarBaik.co, Bojonegoro — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro berencana memperluas kawasan Gedung Olahraga (GOR) Ngumpakdalem di Kecamatan Dander. Perluasan tersebut diarahkan untuk membangun akses jalan langsung menuju GOR dari jalan raya utama.
Rencana itu muncul seiring meningkatnya aktivitas di GOR Ngumpakdalem yang selama ini menjadi salah satu sentra kegiatan olahraga hingga festival musik. Pemkab menilai akses menuju lokasi perlu dibenahi agar lebih mudah dijangkau sekaligus meningkatkan tampilan kawasan GOR.
Kepala Dinpora Bojonegoro Arief Nanang Sugianto mengatakan anggaran dinasnya mengalami kenaikan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2026. Tambahan anggaran tersebut salah satunya dialokasikan untuk pengadaan lahan yang akan digunakan sebagai akses jalan menuju GOR.
“Maksud dari pimpinan (kepala daerah) bisa diakses dari jalan raya,” kata Nanang, Kamis (27/8)
Menurutnya, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 10,2 miliar khusus untuk pengadaan lahan. Anggaran tersebut sebelumnya belum masuk dalam APBD induk 2026.
Nanang menjelaskan sekitar Rp 5 miliar berasal dari hasil efisiensi anggaran di Dinpora. Sementara sekitar Rp 5 miliar lainnya berasal dari tambahan anggaran di luar Dinpora.
Dia menyebut kondisi akses saat ini masih kurang ideal. Bagian utara GOR pada pagi hari juga digunakan sebagai lokasi pasar dadakan sehingga akses menuju kawasan GOR terkadang terbatas.
“Sampai dengan hari ini, utara GOR saat pagi digunakan untuk pasar kerempyeng (dadakan). Kadang kala akses terbatas dan sisi keindahan kurang menarik. Akses muter dulu baru sampai,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab merencanakan pembangunan akses baru dari sisi timur GOR. Selain mempermudah akses, jalan tersebut diharapkan membuat kawasan GOR terlihat lebih megah dari jalan raya utama.
Rencananya, jalan menuju GOR tersebut memiliki panjang sekitar 200 meter dengan lebar 20 meter. Proses pengadaan lahan akan dimulai setelah P-APBD 2026 disahkan.
“Setelah pengesahan P-APBD disusun FS (feasibility study) atau studi kelayakan, DPPT (dokumen persiapan pengadaan tanah), hingga appraisal,” beber Nanang.
Dengan pembangunan akses tersebut, Pemkab berharap GOR Ngumpakdalem tidak hanya menjadi pusat kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga memiliki akses yang lebih representatif dan mudah dijangkau masyarakat. (*)






