KabarBaik.co, Nganjuk – Para pemudik yang melintas di Kota Nganjuk kini memiliki tempat singgah yang nyaman dan lengkap dengan berbagai fasilitas mendukung. Masjid Al Muttaqien yang ada di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Nganjuk, resmi jadi Posko Masjid Ramah Pemudik oleh Kantor Kemenag Nganjuk.
Tidak hanya menyediakan ruang ibadah dan istirahat, Masjid Al Muttaqien juga memberi layanan istimewa seperti bengkel kendaraan hingga pijat gratis.
“Alhamdulillah masjid ini bukan sekadar melayani umat untuk beribadah, tetapi juga memberikan layanan kemanusiaan bagi para pemudik. Bahkan kami berharap siapa pun yang singgah, termasuk non-muslim, tetap bisa terlayani dengan baik,” ujar Kepala Kantor Kemenag Nganjuk Abdul Rahman, Kamis (12/3).
Penetapan masjid ramah pemudik tersebut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Agama, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid. Masjid yang dijadikan posko pemudik ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai, antara lain toilet dan sanitasi bersih, layanan kesehatan ringan, tempat istirahat, takjil dan sahur, serta bengkel kendaraan bagi pemudik yang mengalami kerusakan kendaraan di jalan.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tantangan bagi kami agar pelayanan kepada umat semakin maksimal,” ungkap Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nganjuk Ustaz Abdul Kholiq.
Keberadaan Masjid Al Muttaqien sebagai posko pemudik juga didukung oleh lokasinya yang sangat strategis, berada di pusat Kota Nganjuk, tepat di depan Stasiun Kereta Api dan Terminal Nganjuk, serta tidak jauh dari Exit Tol Nganjuk, sehingga mudah dijangkau pemudik dari berbagai jalur transportasi.
“Alhamdulillah program ini terus berkembang setiap tahun agar pemudik yang singgah di Masjid Al Muttaqien benar-benar merasakan kenyamanan dan manfaatnya,” kata Ketua Lazismu Nganjuk, Mijan.
Ketua Takmir Masjid Al Muttaqien Nganjuk Ustaz Amiruddin menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak. Program posko pemudik ini telah berjalan tiga tahun terakhir dengan dukungan utama dari Lazismu Nganjuk, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), dan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Semua kepada semua pihak yang telah mendukung sejak tiga tahun terakhir ini, semoga keberadaan masjid ini dapat membantu para pemudik yang melintas di Nganjuk ini,” ungkapnya. (*)






