KabarBaik.co, Nganjuk– Aksi protes dilakukan warga Dusun Grompol, Desa Tanjungtani, Prambon, Nganjuk. Sabtu hingga Minggu (26-27/4) warga secara massal menanam pohon pisang di badan jalan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
“Pajak diminta bayar, kalau telat diuber-uber, bahkan pajak kendaraan bermotor dinaikkan. Tapi jalan dibiarkan rusak parah hampir dua tahun tak kunjung diperbaiki,” ujar Kholil, salah satu warga Grompol, menyuarakan kekecewaannya.
Jalan utama yang menjadi penghubung wilayah Kecamatan Prambon dan Kecamatan Ngronggot ini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Aspal berlubang cukup dalam, bahkan kerusakan mencapai separuh badan jalan dengan total panjang hampir 1 kilometer.
Saking parahnya, warga memilih menanam pisang di sekitar 700 meter area yang paling rusak sebagai bentuk protes.
“Jalan di desa sebelah masih bagus ditimpuki aspal lagi, sedangkan di Grompol sudah bolong-bolong parah dibiarkan bertahun-tahun, ini ada apa?” tanya Subagio, warga lainnya, dengan nada heran.
Lokasi ini sebenarnya sangat strategis dan padat aktivitas. Di pagi hari dilalui ribuan siswa MTs dan MA Al-Manar, serta malam hari menjadi akses utama bagi santri pondok pesantren.
Kerusakan ini sering memicu kecelakaan karena pengendara motor terpaksa saling berebut jalan yang tersisa.
Meski status jalan ini merupakan jalan Kabupaten, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Aksi penanaman pisang ini menjadi simbol kerasnya harapan warga agar pemerintah segera turun tangan dan memperhatikan nasib infrastruktur di wilayah mereka. (*)






