Ambulans Hilir Mudik, Suasana Ponpes A Khoziny Sidoarjo Penuh Kepanikan

oleh -128 Dilihat
ff26a7f0 0c6e 4e3d 8fa6 a1000a374464

KabarBaik.co – Suasana frontage jalan Buduran, Sidoarjo, dipenuhi mobil ambulans, kendaraan BPBD, Basarnas hingga ekskavator dan sepeda motor pasca-ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny.

Hilir mudik ambulans terus berlangsung sejak Senin sore (29/9) sampai saat ini Selasa (30/9) sore, mengangkut para santri yang menjadi korban reruntuhan.

Puluhan ambulans dari berbagai instansi, mulai dari rumah sakit pemerintah daerah, Pemkab, hingga relawan, bergantian keluar masuk lokasi. Petugas medis terlihat sigap memberikan pertolongan pertama kepada para korban sebelum dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Di sisi lain, para wali santri tampak berbondong-bondong mendatangi pondok untuk memastikan kondisi anak mereka. Suasana haru dan cemas mewarnai halaman pondok maupun jalan sekitar lokasi. Sejumlah santri yang selamat pun akhirnya dijemput keluarganya untuk pulang sementara.

Salah satu wali santri, Mahmudah, warga Pamekasan, mengaku lega bisa menjemput anaknya. “Saya merasa khawatir dengan anak saya yang menimba ilmu di sini. Saya datang bersama beberapa keluarga santri lainnya,” ujarnya kepada KabarBaik.co.

Mahmudah menambahkan, ia sempat lama menunggu di teras rumah warga sekitar pondok, sementara anaknya mengemasi barang-barang. “Saya hanya ingin memastikan anak saya selamat dan bisa pulang dulu,” tambahnya.

Situasi di sekitar pondok masih dipadati warga, relawan, hingga keluarga santri yang terus berdatangan. Hingga sore hari, puluhan ambulans tetap bersiaga di lokasi untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.