Andil Pengembangan Wisata dan Perbaikan Lingkungan, Dinas Pengairan Bangun Break Water dan Dermaga di GWD

oleh -568 Dilihat
Pembangunan Break Water dan Dermaga di GWD.(ist)

KabarBaik.co – Dinas Pengairan Banyuwangi membangun break water dan dermaga marina di Pantai Grand Watu Dodol (GWD). Selain melengkapi tampilan wisata, pembangunan dermaga ini juga bagus bagi lingkungan setempat yang memiliki riwayat sebagai sarang malaria.

Ketua Pokdarwis GWD, Abdul Aziz mengatakan, kasus malaria sempat terjadi di wilayahnya sekitar era 2010-2011. Pemicunya karena buruknya saluran air di Kali Kandangan di sekitar GWD yang memicu perkembangbiakan nyamuk malaria.

“Saat itu ada 2 orang meninggal dunia, tapu yang akhirnya berhasil selamat dan kembali sehat itu jumlahnya ratusan,” kata Aziz.

Kasus itu bahkan sampai menjadi pusat perhatian dunia Internasional. Pada tahun 2012 World Health Organization (WHO) turun tangan dengan membentuk gerakan Bangsring Basmi Malaria sebagai upaya preventif memutus vektor malaria.

“Saat itu gerakan yang dilakukan dengan menebar benih ikan, dan memperbaiki saluran air untuk membasmi vektor malaria,” tegasnya.

Cara itu terbilang efektif membunuh jentik nyamuk. Trend kasus malaria nyaris tidak pernah muncul kembali.

Aziz menjelaskan kehadiran break water dan dermaga marina akan memperketat upaya preventif kasus malaria terjadi lagi di wilayah tersebut.

“Bila nanti sirkulasinya lancar, berarti tingkat keasinan di kali Kandangan kan tinggi. Berdasarkan kajian peneliti semakin tinggi tingkat keasinan, maka semakin kecil peluang jentik nyamuk untuk hidup,” bebernya.

Aziz menambahkan, fasilitas marina juga akan mempermudah akses ke kapal wisata, terutama saat ombak besar menghalangi. Dia juga optimis hal tersebut bisa semakin mendongkrak kunjungan wisata.

“Dengan adanya marina ini, kapal-kapal yang melayani rute menuju Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan bisa lebih mudah bersandar, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir menghadapi ombak tinggi,” ujar Aziz.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan, Guntur Priambodo menyatakan, destinasi wisata memang membutuhkan dermaga. Namun yang menjadi fokus utama adalah agar lingkungan di sekitar tempat itu menjadi sehat.

“Beberapa kasus, tiga tahun lalu di situ ada malaria,” jelasnya.

Munculnya penyakit malaria ini disebabkan adanya genangan di muara sungai. Genangan air di muara sungai itu dipicu sedimen pasir dari laut yang menutup aliran di muara sungai. Di tempat itulah akan buat break water.

“Dan kita buat dermaganya, aliran airnya masuk, harapannya yang pertema memang memperbaiki kualitas lingkungan dan bagaimana kita membantu pariwisata untuk pengembangan GWD,” tegasnya.

Pembangunan infrastruktur ini dilakukan dengan anggaran dari APBD Banyuwangi melalui Dinas PU Pengairan. Guntur menyebut, pembangunan dermaga dan break water ini sudah sesuai dengan fungsi dan tugas pokok Dinas PU Pengairan.

“Dari sisi pariwisata juga dapat, perahu biar sandar di situ. Di situ akan meningkatkan pedapatan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk penelolaan dermaga ini, menurutnya akan diserahkan kepada Pokdarwis yang saat ini mengelola destinasi wisata GWD.

Pembangunan break water dan dermaga ini, ditargetkan akan selesai dalam dua tahun. Saat ini, pembangunan sudah dimulai dan direncanakan akan selesai tahun depan. Pemasangan break water saat ini sudah mencapai sekitar sekitar 70 meter.

“Hitungannya sampai sedimen tidak masuk ke sungai,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.