KabarBaik.co, Malang – Program angkutan pelajar gratis di Kota Malang memasuki tahap persiapan teknis. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah memasang perangkat Global Positioning System (GPS) pada 73 unit angkutan kota (angkot) yang diproyeksikan mendukung layanan tersebut.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan jumlah armada yang telah dipasangi GPS masih memungkinkan bertambah. Sebab, kebutuhan ideal untuk menjalankan program angkutan pelajar gratis diperkirakan mencapai sekitar 80 unit angkot.
“Sampai sekarang yang sudah dipasang GPS 73 angkot,” tegas Widjaja, Selasa (25/8).
Menurutnya, tidak semua angkot bisa langsung masuk dalam program. Dishub terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi, termasuk STNK serta surat izin mengemudi (SIM).
“Kami sudah periksa, ada yang kurang STNK dan SIM tidak ada,” ujarnya.
Selain memasang GPS, Dishub Kota Malang juga memberikan stiker khusus pada puluhan angkot tersebut. Stiker itu menjadi penanda bahwa kendaraan bersangkutan disiapkan untuk melayani program angkutan pelajar gratis.
Gunakan Skema Buy The Service
Dalam pelaksanaannya, Dishub Kota Malang menyiapkan kerja sama dengan koperasi. Koperasi nantinya menjadi pihak yang melakukan pembayaran kepada sopir angkot berdasarkan mekanisme yang telah ditentukan.
Widjaja menjelaskan pola pembayaran tersebut mengadopsi sistem buy the service (BTS) seperti yang digunakan dalam layanan Bus TransJatim. Besaran pembayaran akan disesuaikan dengan jarak tempuh kendaraan setiap harinya.
“Pembelian layanannya sesuai dengan biaya operasional kendaraan atau BOK. Kami mengacu ke TransJatim dan peraturan Menteri Perhubungan, ada ketentuannya. Kami sesuaikan dengan anggaran,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, pemerintah tidak sekadar menyediakan kendaraan, tetapi membeli layanan angkutan dari operator sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran daerah.
Dishub Kota Malang berharap seluruh persiapan tersebut dapat mempercepat realisasi program. Layanan ini diharapkan memberikan kemudahan mobilitas bagi pelajar, terutama untuk perjalanan dari rumah menuju sekolah dan sebaliknya.
“Secepatnya, insyaallah bulan ini,” kata Widjaja.
Untuk sementara, rute angkutan pelajar gratis akan tetap mengacu pada jalur yang sebelumnya dilayani bus sekolah. Namun, Dishub berencana memperluas jangkauan ke sekolah-sekolah yang belum terlayani bus sekolah.
Beberapa di antaranya yakni SMP Negeri 26 dan SMP Negeri 28 Kota Malang.
Penambahan rute tersebut diharapkan membuat layanan angkutan pelajar gratis tidak hanya menggantikan atau melengkapi keberadaan bus sekolah, tetapi juga menjangkau lebih banyak siswa di wilayah Kota Malang.
Dengan persiapan armada, pemasangan GPS, pemeriksaan kelengkapan kendaraan, serta penyiapan skema pembayaran, Dishub kini tinggal mematangkan tahapan akhir sebelum program angkutan pelajar gratis mulai dijalankan. (*)







