KabarBaik.co, Lombok Timur – Warga di sekitar kawasan Pantai Pink dihebohkan dengan penemuan seekor ikan laut berukuran raksasa yang terdampar di tepian pantai, Selasa (25/8). Ikan dengan panjang sekitar 4 meter itu ditemukan anak-anak yang sedang bermain di sekitar pantai. Bentuk tubuhnya yang panjang dan berkilau membuat warga berdatangan untuk melihat dari dekat.
Ikan tersebut diduga merupakan oarfish, salah satu jenis ikan laut dalam yang memiliki bentuk tubuh memanjang. Namun, identifikasi spesies secara pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain ukurannya yang tidak biasa, bagian kepala ikan juga menjadi perhatian warga. Mulutnya tampak lebar dengan bentuk yang terlihat menyeramkan, terlebih ketika dilihat dari jarak dekat.
Penampakan tersebut membuat ikan itu terlihat semakin asing bagi warga yang jarang melihat biota laut dalam secara langsung. Kemunculan ikan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga mengaitkannya dengan sebutan “ikan gempa” atau “ikan kiamat”, yang selama ini berkembang dalam cerita dan kepercayaan masyarakat.
Dalam cerita rakyat Jepang, oarfish dikenal dengan sebutan Ryugu no Tsukai atau “utusan dari istana laut”. Kemunculannya dalam beberapa cerita kemudian dikaitkan dengan pertanda gempa bumi maupun tsunami. Namun, anggapan tersebut merupakan bagian dari mitos dan belum menjadi kesimpulan ilmiah bahwa kemunculan oarfish merupakan tanda akan terjadinya gempa atau tsunami.
Secara ilmiah, ikan laut dalam yang ditemukan berada di perairan dangkal atau terdampar dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Kondisi ikan yang sakit atau terluka, perubahan kondisi lingkungan, serta arus laut dapat menjadi beberapa kemungkinan penyebab. Penemuan ikan berukuran besar ini pun menjadi perhatian warga dan wisatawan.
Selain karena bentuknya yang tidak biasa, kemunculan biota laut dalam di kawasan pantai menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh keragaman kehidupan laut yang jarang terlihat manusia. Hingga kini belum ada keterangan ilmiah yang memastikan penyebab ikan tersebut terdampar maupun memastikan spesiesnya hanya berdasarkan penampakan visual. (*)






