Bupati Sidoarjo Sidak Betonisasi Jalan Krian-Kemangsen, Proyek Sedikit Molor

oleh -124 Dilihat
Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan sidak betonisasi jalan. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan sidak betonisasi jalan. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Jalan rusak di ruas jalan Simpang 4 Krian-Kemangsen, tepat di depan Rumah Potong Hewan (RPH), kondisinya bergelombang sehingga membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.

Kini, kerusakan jalan tersebut mulai ditangani melalui proyek betonisasi. Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (25/8) untuk memastikan proses pengerjaan di lapangan berjalan sesuai target.

Namun, dalam sidak tersebut, Subandi menemukan progres pekerjaan mengalami deviasi atau perbedaan dengan rencana sebesar 1,5 persen. Artinya, proyek berjalan sedikit molor dari target.

Dalam sidak tersebut, Subandi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo M. Makhmud serta dua anggota DPRD Sidoarjo, yakni Kusumo Adi Nugroho dari Fraksi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi B dan Moh Nizar dari Partai Golkar yang merupakan anggota Komisi C.

Subandi mengatakan proyek yang semestinya dikontrak pada Juli 2026 itu baru mulai berjalan sekitar empat hari. Dari target progres pekerjaan sebesar 2 persen, realisasi di lapangan baru mencapai sekitar 0,5 persen sehingga terdapat deviasi 1,5 persen.

“Baru berjalan kurang lebih empat hari. Mestinya kita sudah 2 persen, realisasi kita masih deviasi 1,5 persen,” katanya saat meninjau di lokasi betonisasi.

Di lokasi, pekerja masih melakukan pembongkaran beton lama yang sebelumnya menggunakan metode precast. Nampak dua alat berat berupa excavator dan hammer excavator dioperasikan untuk mempercepat proses pembongkaran beton lama. Beton tersebut nantinya diganti dengan konstruksi beton baru sepanjang 450 meter dan lebar 7 meter.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Subandi meminta kontraktor segera menambah alat berat. Menurutnya, proses pembongkaran beton precast membutuhkan alat yang lebih besar karena konstruksi lama cukup berat.

“Tolong dikejar deviasinya 1,5 persen. Alat juga akan disiapkan lagi, pakai dua alat,” tegasnya.

Subandi juga meminta konsultan pengawas meningkatkan pengawasan dan memperbarui perkembangan pekerjaan setiap hari. Camat serta pemerintah desa sekitar turut diminta ikut memantau agar pekerjaan berjalan sesuai target.

Sementara itu, pengerjaan proyek saat ini dilakukan terlebih dahulu di sisi selatan jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat untuk sementara dialihkan melalui rute utara agar tidak mengganggu aktivitas alat berat dan proses pembongkaran. Sedangkan kendaraan roda dua masih dapat melintasi ruas jalan tersebut melalui bagian yang belum dikerjakan.

Proyek senilai sekitar Rp3,6 miliar tersebut ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara kondisional mengikuti tahapan pekerjaan. Jika seluruh badan jalan sudah masuk tahap pengerjaan berat, penutupan total dapat diberlakukan dan arus kendaraan akan dialihkan.

Subandi berharap keterlambatan yang ditemukan dalam sidak tersebut segera dikejar sehingga proyek dapat selesai tepat waktu. Ia juga menjadikan persoalan deviasi sebagai bahan evaluasi agar keterlambatan proyek infrastruktur seperti yang terjadi pada 2025 tidak kembali terulang.

“Jangan sampai terjadi seperti 2025, banyak deviasi, banyak keterlambatan dan banyak kontraktor kena denda. Ini sebagai koreksi kita,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.