1,5 Tahun Memimpin Sidoarjo, Subandi-Mimik Dihadapkan Tren Kepuasan Publik Menurun

oleh -156 Dilihat
Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Nanang Haromain saat menunjukan data hasil research di 1,5 tahun kepemimpinan Subandi-Mimik. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Nanang Haromain saat menunjukan data hasil research di 1,5 tahun kepemimpinan Subandi-Mimik. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Memasuki 1,5 tahun kepemimpinan Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah mulai mengalami penurunan. Hasil riset terbaru menunjukkan, kepuasan publik kini berada di angka 70,6 persen.

Angka tersebut cukup jauh dibandingkan awal kepemimpinan Subandi-Mimik. Saat itu, tingkat kepuasan masyarakat sempat mencapai 84,9 persen. Namun, dalam perkembangannya angka tersebut melandai dan dalam satu tahun terakhir cenderung stagnan di kisaran 71 hingga 75 persen.

Pengamat politik Sidoarjo sekaligus Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Nanang Haromain, mengatakan penurunan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintahan Subandi-Mimik. Terlebih, masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Terjadi tren penurunan yang cukup signifikan dari awal menjabat sebesar 84,9 persen, kemudian melandai hingga satu tahun terakhir dan stagnan di kisaran 71 hingga 75 persen,” ujarnya, Jumat (28/8).

Menurut Nanang, persoalan pengentasan pengangguran dan sektor pendidikan menjadi dua bidang yang paling banyak mendapat sorotan publik. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah di tengah perjalanan 1,5 tahun masa kepemimpinan Subandi-Mimik.

Tak hanya mengukur tingkat kepuasan terhadap pemerintah, riset ARCI juga memotret perubahan peta politik Sidoarjo. Jika pemilu digelar hari ini, PKB masih menjadi partai yang paling banyak mendapat dukungan masyarakat.

Namun, posisi partai di papan atas mulai berubah. Gerindra berhasil menggeser PDI Perjuangan ke posisi ketiga. Sementara Partai Golkar menunjukkan tren peningkatan hingga masuk dalam jajaran lima besar bersama PAN, PKS dan NasDem.

“Dinamika internal dan konflik politik yang sempat mencuat di PDI Perjuangan ditangkap sebagai sentimen negatif oleh masyarakat Sidoarjo, sehingga berdampak pada pergeseran elektabilitas,” kata Nanang.

Memasuki paruh perjalanan kepemimpinan Subandi-Mimik, hasil riset tersebut menjadi sinyal agar pemerintah daerah tidak berpuas diri. Nanang menilai dinamika politik Sidoarjo sangat cair, sehingga perubahan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah maupun pilihan politik partai dapat terjadi dengan cepat.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.