KabarBaik.co, Sidoarjo – Rasa cemas sempat menghantui Dwi Septianti menjelang kelahiran anak ketiganya. Bukan hanya soal proses persalinan, warga Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, itu juga sempat memikirkan biaya yang harus disiapkan untuk menyambut kelahiran buah hatinya.
Kekhawatiran tersebut perlahan berubah menjadi ketenangan setelah Dwi mengetahui bahwa kebutuhan pemeriksaan kehamilan hingga proses persalinan dapat ditanggung melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Waktu itu saya sempat deg-degan menjelang persalinan anak ketiga, tapi begitu tahu semuanya bisa ditanggung JKN, saya jadi lebih tenang. Dari periksa kehamilan sampai proses lahiran saya pakai JKN, semuanya berjalan lancar dan pelayanannya ramah,” ujar Dwi, Selasa (28/8).
Pengalaman tersebut membuat Dwi semakin merasakan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Tak hanya digunakan saat persalinan, kepesertaan JKN juga dimanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga, termasuk ketika anaknya membutuhkan pengobatan.
Dwi mengaku sebelumnya terdaftar sebagai peserta JKN mandiri. Namun setelah bekerja, status kepesertaannya berubah menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas I. Menurutnya, perubahan kepesertaan tersebut tidak sulit dilakukan.
“Pelayanannya bagus, sangat bagus. Awalnya saya terdaftar sebagai peserta mandiri. Lalu, saya bekerja jadi sekarang terdaftar di kepesertaan JKN kelas I segmen PPU. Pengurusannya pun tergolong mudah,” ungkapnya.
Bagi Dwi, keberadaan JKN memberikan rasa aman ketika sewaktu-waktu dirinya maupun anggota keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan. Terlebih, kebutuhan kesehatan tidak selalu bisa diprediksi, termasuk ketika harus menjalani persalinan.
“Jadi, semisal kita punya JKN, rasanya kita ini sudah benar-benar terjamin. Semisal kita sakit atau mau melahirkan, kita jadi lebih tenang, karena kita sudah terjamin dengan JKN,” kata Dwi.
Dwi juga mengingatkan peserta JKN, khususnya peserta mandiri, untuk tidak mengabaikan status kepesertaan. Ia menyarankan peserta rutin mengecek status kepesertaan dan memastikan iuran dibayarkan tepat waktu agar manfaat JKN bisa digunakan ketika dibutuhkan.
“Yang penting kita rajin cek status kepesertaan dan bayar iuran tepat waktu bagi peserta JKN mandiri, sebelum tanggal 10. Kalau mudah lupa, bisa pakai autodebit lewat Aplikasi Mobile JKN, jadi otomatis terbayar setiap bulan,” tambahnya.
Kemudahan juga dirasakan Dwi melalui Aplikasi Mobile JKN. Berbagai kebutuhan administrasi dan informasi kepesertaan kini dapat diakses dari rumah sehingga peserta tidak harus selalu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
“Semuanya sekarang bisa lewat Aplikasi Mobile JKN, jadi nggak perlu repot-repot ke kantor. Tinggal buka aplikasi, semua bisa diurus sendiri dari rumah,” imbuh Dwi.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, mengapresiasi pengalaman positif yang dirasakan Dwi dan keluarganya. Menurutnya, pengalaman peserta seperti Dwi menunjukkan bahwa Program JKN hadir memberikan kepastian akses layanan kesehatan, termasuk pada momen penting seperti kehamilan dan persalinan.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang aktif memanfaatkan seluruh fitur JKN, termasuk melalui Aplikasi Mobile JKN, agar akses terhadap layanan kesehatan bisa dirasakan lebih mudah dan menyeluruh oleh seluruh peserta,” ujar Munaqib.
Bagi Dwi, JKN bukan sekadar kepesertaan, tetapi menjadi pegangan ketika keluarga membutuhkan layanan kesehatan. Kekhawatiran yang sempat muncul menjelang persalinan anak ketiganya pun berubah menjadi rasa tenang karena ia mengetahui biaya dan akses pelayanan kesehatan telah mendapatkan perlindungan melalui JKN.(*)






