KabarBaik.co – Lonjakan volume kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Sidoarjo diantisipasi sejak dini oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Sejumlah langkah strategis disiapkan untuk mencegah terjadinya kemacetan di titik-titik rawan kepadatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi rekayasa lalu lintas, terutama melalui penyesuaian durasi lampu lalu lintas di simpang-simpang utama. Langkah ini diterapkan guna menjaga kelancaran arus kendaraan saat mobilitas masyarakat meningkat.
Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki mengatakan pengaturan lampu lalu lintas dilakukan secara fleksibel mengikuti kondisi di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kepadatan kendaraan,” ujarnya, Sabtu (27/12).
Menurutnya, jalur dengan volume kendaraan yang lebih padat akan mendapat prioritas pengaturan lampu hijau lebih lama.
“Durasi lampu hijau kami sesuaikan dengan besarnya arus lalu lintas yang melintas,” kata Budi.
Dishub Sidoarjo memfokuskan perhatian pada sejumlah simpang krusial, salah satunya Simpang Bawah Flyover Waru. Di titik tersebut, arus kendaraan dari arah Sidoarjo menuju Surabaya menjadi prioritas untuk menghindari antrean panjang.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga diberlakukan di Simpang Empat Gedangan, Simpang Tiga Medaeng, serta kawasan traffic light McD Juanda, Sedati. Lokasi-lokasi tersebut diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan selama periode libur Nataru.
Untuk mendukung pengamanan lalu lintas, Dishub Sidoarjo menyiagakan 79 personel yang dibagi dalam tiga shift. Petugas disebar di simpul-simpul strategis dan berjaga selama 24 jam guna memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal.
Dishub juga menyiapkan kendaraan derek yang siaga penuh selama libur panjang.
“Kendaraan derek kami juga siagakan penuh apabila ada kendaraan bermuatan di bawah lima ton mengalami kendala dijalan, agar tidak menghambat arus lalu lintas,” pungkasnya. (*)








