Hardiknas 2026, Gus Fawait Tekankan Kesetaraan Madrasah dan Komitmen Kesejahteraan Pendidik di Jember

oleh -294 Dilihat
Peringatan Hardiknas di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Aji)
Peringatan Hardiknas di Pendopo Wahyawibawagraha Jember. (Aji)

KabarBaik.co, Jember – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar talkshow bertajuk Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak pada Sabtu (2/5).

Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Pendhalungan.

Acara yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh sekitar 350 peserta, mulai dari kepala sekolah, pengawas, penilik pendidikan, hingga Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap institusi pendidikan tertentu. Ia berkaca pada pengalaman pribadinya yang menempuh jalur pendidikan madrasah dari kecil hingga dewasa.

“Bupati hari ini adalah lulusan madrasah. Artinya, semua anak punya kesempatan yang sama untuk berhasil. Tidak boleh lagi ada lembaga pendidikan yang dipandang sebelah mata,” tegas Gus Fawait.

Ia juga sempat berkelakar mengenai alasan upacara Hardiknas tahun ini tidak dipusatkan di alun-alun, melainkan dilaksanakan di sekolah masing-masing.

“Saya tahu, Bapak/Ibu kalau di alun-alun itu menunduk bukan karena terharu mendengar sambutan saya, tapi karena kepanasan,” candanya yang disambut gelak tawa para peserta.

Menurutnya, pelaksanaan di sekolah memberikan kenyamanan lebih bagi guru dan siswa.

Tak hanya soal kurikulum, Gus Fawait juga menyinggung kesejahteraan ASN dan tenaga pendidik. Ia memastikan Pemkab Jember berkomitmen menjaga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta mematangkan proses pengangkatan PPPK.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pengabdian terkadang memerlukan langkah yang berat. Ia mengistilahkannya sebagai kebijakan yang pahit tapi menyehatkan.

Oleh sebab itu ASN diminta turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan.

““Kalau manis terus, bisa kena diabetes. Harus ada yang pahit agar bantuan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.

Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, Pemkab Jember berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat semakin solid. Tujuannya jelas membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis kasih sayang bagi seluruh anak di Jember. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.