ASN dan Polisi Digerebek Selingkuh di Nganjuk, Bupati Marhaen Siapkan Sanksi Tegas

oleh -154 Dilihat
Bupati Marhaen Djumadi (kanan) dan Andaru Wiyogo (kiri) terkait kasus skandal di Nganjuk
Bupati Marhaen Djumadi (kanan) dan Andaru Wiyogo (kiri) terkait kasus skandal di Nganjuk

KabarBaik.co, Nganjuk – Kabupaten Nganjuk kembali diguncang kasus perselingkuhan yang melibatkan oknum aparatur. Seorang P3K Disnaker berinisial AN tertangkap basah sedang berduaan dengan oknum polisi Polres Nganjuk, inisial DEP, di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Begadung.

“Ya nanti disanksi, ini masih rapat,” ungkap Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat dikonfirmasi media terkait ulah oknum ASN tersebut, Senin (20/4).

Kepiluan dialami oleh Andaru Wiyogo, suami korban sekaligus seorang kontraktor. Ia harus menelan pil pahit setelah mendapati istrinya berselingkuh dengan oknum polisi. Kecurigaan yang dipendam bertahun-tahun akhirnya terungkap saat keluarganya melakukan pembuntutan.

“Istri saya bersama dengan itu pacarnya mungkin itu, yang polisi. Jadi dia ikut ke mobilnya Honda Jazz, dibuntuti masuk ke dalam kontrakan,” ungkap Andaru Wiyogo dengan nada getir.

Aksi pembuntutan ini dilakukan setelah mendapat informasi mencurigakan. Terlihat jelas bagaimana sang istri memarkir mobil di area Prima, lalu berpindah ke mobil lain yang dikemudikan oknum polisi tersebut menuju lokasi persembunyian mereka.

Kecurigaan Andaru ternyata bukan hal baru. Ia mengaku sudah mencium bau perselingkuhan sejak tahun 2023 silam. Namun, karena belum memiliki bukti yang cukup kuat, ia memilih menunggu hingga mendapatkan bukti yang akurat dan sempurna.

“Kecurigaan saya sudah dari 2023. Tapi karena bukti saya kurang kuat, ya akhirnya saya tidak memproses itu sampai benar-benar saya menunggu bukti foto dan video yang benar-benar akurat,” jelasnya.

Meski pernah menemukan bukti serupa pada November 2025 lalu, Andaru sempat bersabar demi menjaga keutuhan rumah tangga. Namun, kejadian Jumat sore itu menjadi puncak kesabarannya, bahkan ia harus melibatkan warga dan Ketua RT untuk mengamankan lokasi agar pelaku tidak melarikan diri.

“Bukan saya saja yang dipermalukan, karena termasuk orang tua saya dan keluarga besar saya juga dipermalukan dengan kejadian seperti ini,” tutur bapak satu anak ini dengan mata berkaca-kaca.

Kini, kasus ini mulai memasuki ranah hukum dan kedisiplinan. Bupati Nganjuk pun telah memberikan sinyal akan menjatuhkan sanksi tegas bagi oknum ASN yang melanggar kode etik, sementara BKPSDM masih menunggu laporan resmi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Saya jalani yang terbaik mungkin, ya nanti nunggu proses saja Pak untuk selanjutnya,” pungkas Andaru pasrah menyerahkan nasibnya sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.