KabarBaik.co, Surabaya – Kebutuhan perangkat komputasi untuk dunia kerja terus berkembang. Laptop tidak lagi sekadar dituntut memiliki performa tinggi, tetapi juga diharapkan mampu mendukung produktivitas melalui teknologi kecerdasan buatan (AI).
Melihat kebutuhan tersebut, ASUS Indonesia memperkenalkan ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) di Surabaya, Kamis (27/8). Laptop bisnis tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas profesional, mulai dari pekerja individu hingga kebutuhan perusahaan.
Peluncuran yang berlangsung di Morazen Surabaya itu sekaligus menjadi bagian dari upaya ASUS memperkuat pasar laptop bisnis di Jawa Timur, khususnya Surabaya yang dinilai memiliki ekosistem bisnis cukup kuat.
ASUS Expert Technical Public Relations (PR) Said Dahda mengatakan Surabaya menjadi salah satu daerah penting di Jawa Timur untuk pasar laptop bisnis. Hal itu tidak terlepas dari pertumbuhan ekosistem bisnis serta kebutuhan perusahaan terhadap perangkat komputasi.
“Surabaya menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang paling kuat untuk penjualan laptop bisnis. Dari sisi ekosistem bisnisnya sudah terbangun dengan baik,” ujar Said.
Menurut dia, kebutuhan perusahaan terhadap perangkat juga terus berkembang, termasuk untuk penggantian atau penyegaran unit komputer dan laptop yang digunakan dalam operasional.
Ia berharap kehadiran produk laptop bisnis ASUS dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas berbagai kalangan, mulai dari pekerja hingga perusahaan berskala besar.
“Harapannya ke depan produk kami semakin dikenal dan bisa membantu produktivitas semua kalangan, mulai dari pekerja sampai kelas enterprise,” katanya.
Sementara itu, Commercial Product Marketing ASUS Indonesia Aldy Ramadiansyah mengatakan Surabaya juga memiliki posisi strategis dalam pasar laptop secara nasional.
Ia menyebut Surabaya termasuk salah satu dari tiga kota besar yang menjadi pasar penting bagi penjualan laptop di Indonesia, bersama Jakarta dan Medan.
Dari sisi persaingan pasar, ASUS juga tengah mendorong peningkatan pangsa pasar. Aldy mengatakan hingga saat ini ASUS berada di posisi kedua dengan pangsa pasar sekitar 18 persen.
“Kalau melihat performa dari 2023 sampai 2026, kami terus mengalami peningkatan. Saat ini posisi kami nomor dua dengan market share sekitar 18 persen,” ujarnya.
Adapun posisi pertama saat ini berada di kisaran 28 persen. Dari sisi volume, penjualan ASUS disebut telah mencapai sekitar 58 ribu unit dan menempati posisi kedua. ASUS menargetkan dapat meningkatkan posisi tersebut hingga menjadi pemimpin pasar pada akhir 2026, baik dari sisi pangsa pasar maupun daya saing produk.
Pasar Bisnis Jadi Fokus
Aldy menjelaskan perubahan pola penggunaan perangkat teknologi turut memengaruhi arah pasar laptop. Konsumen individu kini memiliki semakin banyak pilihan perangkat, termasuk tablet, untuk menjalankan berbagai aktivitas digital.
Kondisi tersebut membuat segmen bisnis dan institusi menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.
“Kalau berbicara ExpertBook, fokusnya memang lebih kepada pengguna bisnis. Tren konsumen sekarang juga mengalami perubahan karena sebagian aktivitas bisa dilakukan menggunakan tablet,” jelasnya.
Menurut Aldy, kebutuhan laptop tetap kuat ketika perangkat tersebut dibeli dan disediakan oleh perusahaan maupun institusi pendidikan untuk menunjang aktivitas penggunanya.
Dalam konteks tersebut, laptop bisnis seperti ExpertBook diarahkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang membutuhkan perangkat kerja dengan dukungan performa, mobilitas, dan fitur yang sesuai dengan aktivitas profesional.
Peluncuran ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) di Surabaya pun menjadi bagian dari strategi ASUS untuk memperkuat segmen laptop bisnis sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin dekat dengan pemanfaatan teknologi AI.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, perangkat komputasi kini dituntut tidak hanya menjadi alat untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem produktivitas digital di lingkungan kerja. (*)






