KabarBaik.co, Surabaya – Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai Jumat malam (27/2), suasana di Pasar Blauran belum menunjukkan lonjakan pembeli. Sejumlah pedagang kue mengaku penjualan masih cenderung sepi dibandingkan harapan mereka di awal bulan suci.
Pantauan pada Sabtu (28/2), deretan stan kue tradisional tampak sudah tertata rapi menjelang waktu berbuka puasa. Aneka jajanan seperti bolu, lumpia, hingga bikang disusun menarik untuk memikat warga yang ngabuburit. Namun, ramainya aktivitas sore hari itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan jumlah transaksi.
Eva, salah satu penjual kue kering di pasar tersebut, menilai kondisi ini masih tergolong wajar. Menurutnya, lonjakan pembeli biasanya baru terasa saat Ramadan memasuki pekan ketiga.
“Ramenya masih nanti, Mas. Biasanya mulai hari ke-21 mendekati Lebaran baru benar-benar ramai,” ujar Eva.
Hal serupa disampaikan Risa, pedagang kue tradisional lainnya. Ia mengatakan, momentum ngabuburit belum tentu menjamin peningkatan penjualan.
“Kalau sekarang menjelang berbuka belum tentu juga ramai. Namanya rezeki kan enggak ada yang tahu,” katanya.
Nurul, yang juga berjualan kue tradisional, mengungkapkan hal senada. Ia menyebut pembeli yang datang saat ngabuburit hanya sesekali. “Kalau mau buka puasa, yang ngabuburit itu ya kadang saja,” ucapnya.
Bahkan, Nurul mengaku jumlah pembeli pada Ramadan tahun ini terasa menurun dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun ini lebih sedikit daripada tahun kemarin. Enggak tahu kenapa kok turun,” tuturnya.
Meski demikian, para pedagang tetap optimistis penjualan akan meningkat seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri. Tradisi berburu kue kering dan jajanan khas Lebaran diyakini masih menjadi magnet utama yang setiap tahun menghidupkan kembali denyut ekonomi Pasar Blauran.







