KabarBaik.co, Malang – Gelaran Axis Nation Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk melihat potensi atlet futsal muda menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.
Turnamen futsal kategori pelajar tingkat SMA/SMK tersebut berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026. Sebanyak 43 SMA/SMK dari wilayah Malang Raya ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Wakil Wali Kota Malang Ali Mutohirin menyambut positif penyelenggaraan kompetisi yang melibatkan banyak pelajar tersebut. Menurutnya, event seperti Axis Nation Cup tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mencari bibit atlet futsal potensial.
“Gelaran futsal di Kota Malang, apalagi menjelang Porprov, ketika dibicarakan dengan ketua asosiasi, ini menjadi bagian dari seleksi yang kita lakukan,” terang Ali, Sabtu (8/7), di GOR Ken Arok, Kota Malang.
Ia menjelaskan setelah kompetisi tersebut, asosiasi futsal akan melakukan proses seleksi terhadap pemain-pemain yang dinilai memiliki kemampuan terbaik. Para pemain potensial nantinya dapat dipersiapkan untuk memperkuat tim dalam menghadapi Porprov.
“Kalau yang terbaik, maka ini menjadi pembibitan atlet futsal yang ada di Kota Malang. Pesertanya banyak dari Kota Malang, walaupun pesertanya se-Malang Raya,” ujarnya.
Ali menilai banyaknya kompetisi futsal yang digelar di Kota Malang memberikan keuntungan tersendiri bagi proses pencarian atlet. Kompetisi dengan peserta dari berbagai sekolah dapat menjadi ruang bagi asosiasi untuk melihat kemampuan pemain secara langsung.
Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan proses seleksi juga menjaring pemain dari wilayah Malang Raya. Hal serupa juga dapat diterapkan pada cabang olahraga lainnya, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Dengan banyaknya event atau kompetisi futsal ini bisa mempermudah asosiasi untuk menyeleksi calon atlet di Kota Malang,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemkot Malang juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan berbagai event olahraga yang digelar pihak swasta. Dukungan diberikan melalui kemudahan perizinan, penyediaan fasilitas, serta kolaborasi agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Ali mengatakan keterlibatan pihak ketiga atau sponsor dalam penyelenggaraan event menjadi sesuatu yang terbuka bagi Pemkot Malang. Menurutnya, semakin banyak event yang digelar akan semakin memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu daerah tujuan penyelenggaraan berbagai kegiatan.
“Malang dipercaya untuk dijadikan venue atau tuan rumah untuk event-event yang baik, sekaligus menunjang Malang Tahes. Ini bagian dari kolaborasi yang terus dilakukan di Kota Malang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Satyawan menyebut penyelenggaraan kompetisi olahraga oleh pihak swasta semakin sering dilakukan di Kota Malang.
Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah dalam menghadirkan berbagai kegiatan melalui konsep seribu event. Kompetisi olahraga yang digelar secara rutin juga dinilai memberikan ruang aktivitas positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kegiatan ini mendukung jasa bakti Pak Wali dan Wawali Kota kaitannya dengan Malang Tahes dan Malang Nyaman. Ini juga berkaitan dengan program prioritas wali kota dan wakil wali kota, yakni seribu event,” jelas Arif.
Ia menyebut, hampir setiap pekan terdapat kegiatan olahraga yang diselenggarakan oleh pihak swasta. Sebelum Axis Nation Cup, terdapat kompetisi futsal se-Malang Raya yang digelar dengan penyelenggara berbeda.
“Teman-teman dari swasta yang membuat event ini hampir setiap minggu ada. Minggu kemarin bersama Pak Wali ada liga futsal se-Malang Raya juga, dengan vendor swasta yang berbeda. Sekarang hadir lagi, kemudian minggu depan masih ada kegiatan lagi,” pungkasnya. (*)







