KabarBaik.co, Gresik – Puluhan remaja di Pulau Bawean, Gresik, baru-baru ini digiring ke Polsek Sangkapura setelah terlibat dalam balapan sepeda liar. Peristiwa ini mengundang perhatian luas, terutama setelah warga yang resah melaporkan adanya aktivitas tersebut di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Sekitar 30 remaja, baik yang ikut berlomba maupun yang hanya menjadi penonton, terpaksa menerima sanksi yang cukup menyentuh. Mereka dipanggil untuk meminta maaf kepada orang tua masing-masing, sekaligus mendapat pembinaan rohani dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangkapura.
Kapolsek Sangkapura Iptu Andik Asworo, mengungkapkan bahwa kegiatan balapan liar sepeda ini sudah menjadi masalah berulang, terutama saat Ramadan. Kegiatan ini, selain membahayakan pelaku, juga bisa menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lainnya. Ia pun menyatakan bahwa tindakan preventif dilakukan untuk menjaga ketertiban di tengah bulan suci yang penuh berkah ini.
“Ini sebagai respons terhadap laporan masyarakat yang merasa resah. Kami ingin menjaga ketertiban agar tidak ada gangguan keamanan di wilayah Sangkapura,” kata Andik pada Senin (2/3).
Tidak hanya mengumpulkan para remaja, pihak kepolisian juga mengundang orang tua, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk memberikan nasihat. Momen haru pun terjadi saat para remaja tersebut berpelukan dengan orang tua mereka setelah mendapatkan siraman rohani dari Ketua MUI Sangkapura, KH Mashudi Wasi.
“Jangan biarkan anak-anak kita terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri dan orang tua. Mari bersama menjaga mereka agar tetap berada di jalan yang benar,” pesan KH Mashudi dengan penuh haru.
Kepala Desa Lebak Fadal, menambahkan bahwa pihaknya bersama aparat desa telah berulang kali melakukan patroli di titik-titik rawan balapan liar. Ia berharap, melalui pembinaan ini, para remaja bisa lebih sadar akan dampak buruk dari perilaku mereka.
“Semoga ini bisa memberikan efek jera dan kesadaran bagi anak-anak kami, serta membawa lingkungan yang lebih aman selama Ramadan,” ujar Fadal.
Kegiatan ini menggambarkan pentingnya sinergitas antara kepolisian, ulama, pemerintah desa, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, khususnya saat bulan Ramadan yang penuh berkah.(*)







