Bantuan Presiden Tiba di Tuban, Petani Kini Panen Jagung Pakai Mesin Modern

oleh -151 Dilihat
Penyerahan bantuan alsintan Presiden Prabowo Subianto kepada petani di Tuban.
Penyerahan bantuan alsintan Presiden Prabowo Subianto kepada petani di Tuban.

KabarBaik.co, Tuban – Upaya modernisasi pertanian terus dipercepat pemerintah melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) ke berbagai daerah sentra pangan nasional. Kali ini, kelompok tani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menerima bantuan corn combine harvester atau mesin panen jagung modern dari Kementerian Pertanian.

Bantuan tersebut disalurkan kepada Gapoktan Mekar Sari di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, sebagai bagian dari dukungan pemerintah yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada jagung nasional.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, mengatakan percepatan penyaluran alsintan menjadi arahan langsung Menteri Pertanian agar manfaatnya segera dirasakan petani di lapangan.

“Bantuan corn combine harvester ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sentra jagung di Jawa Timur yang dibangun melalui kolaborasi bersama Polri,” ujar Andi Nur, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, mesin panen jagung modern tersebut sebenarnya telah disiapkan sebelum pelaksanaan panen raya jagung serentak kuartal II di Tuban yang digelar Sabtu (16/5/2026).

Menurut Andi, alsintan itu sebelumnya berada di kantor dinas sebelum akhirnya disalurkan kepada kelompok tani penerima.

“Menteri Pertanian meminta agar bantuan alsintan dipercepat penyalurannya sehingga manfaatnya segera dirasakan petani,” katanya.

Nilai Bantuan Capai Rp 27,6 Miliar

Kementerian Pertanian mencatat total bantuan untuk sektor pertanian di Kabupaten Tuban mencapai Rp 27,6 miliar. Bantuan itu meliputi benih, alsintan, hingga penguatan infrastruktur air untuk mendukung peningkatan produksi pangan.

Dalam periode 2020–2026, Kementan telah menyalurkan 7.676 unit combine harvester padi secara nasional. Dari jumlah tersebut, 639 unit dialokasikan ke Jawa Timur dan 18 unit untuk Kabupaten Tuban.

Sementara untuk corn combine harvester, pemerintah menyalurkan 45 unit secara nasional, termasuk masing-masing satu unit untuk Jawa Timur dan Kabupaten Tuban.

“Pada periode 2020–2026, Kementerian Pertanian menyalurkan 7.676 unit combine harvester padi secara nasional, dengan 639 unit di Jawa Timur dan 18 unit di Kabupaten Tuban. Selain itu juga menyalurkan 45 unit corn combine harvester secara nasional, termasuk masing-masing satu unit untuk Jawa Timur dan Kabupaten Tuban,” terang Andi.

Selain mekanisasi, dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui bantuan benih jagung dan padi. Untuk tahun 2025–2026, bantuan benih jagung nasional mencapai 1,22 juta hektare, dengan alokasi 178.330 hektare di Jawa Timur dan 13.488 hektare di Tuban.

Adapun bantuan benih padi mencapai 4,05 juta hektare secara nasional, termasuk 497.913 hektare di Jawa Timur dan 13.386 hektare di Tuban.

Infrastruktur Air hingga Traktor

Penguatan sektor pertanian di Tuban juga dilakukan lewat bantuan alat produksi lainnya. Pemerintah menyalurkan 11 unit traktor roda dua dan tiga unit traktor roda empat untuk petani di daerah tersebut.

“Komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian melalui mekanisasi juga diwujudkan dengan menyalurkan bantuan traktor roda dua sebanyak 16.717 unit secara nasional dan traktor roda empat sebanyak 8.396 unit. Khusus untuk Kabupaten Tuban masing-masing memperoleh 11 unit traktor roda dua dan 3 unit traktor roda empat,” tambahnya.

Tak hanya itu, pemerintah turut memperkuat infrastruktur air melalui bantuan 54 unit irigasi perpompaan dan enam unit irigasi perpipaan untuk Kabupaten Tuban guna mendukung ketahanan air pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Pada subsektor hortikultura, Tuban juga menerima bantuan pengembangan cabai seluas 10 hektare serta program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk 22 kelompok tani.

Menurut Andi, modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

“Modernisasi pertanian tidak bisa ditunda. Mekanisasi menjadi salah satu kunci agar produksi tetap terjaga, biaya usaha tani lebih efisien, dan produktivitas petani meningkat,” ujarnya.

Penguatan mekanisasi itu turut ditunjukkan dalam panen raya jagung serentak kuartal II di Tuban yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, Presiden memperagakan panen jagung menggunakan alsintan modern sebagai simbol transformasi pertanian menuju sistem produksi yang lebih maju dan efisien.

Panen raya jagung kuartal II tahun 2026 digelar di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi produksi mencapai 1,23 juta ton atau sekitar 6 persen dari total produksi jagung nasional.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.