Banyuwangi Dapat Bantuan 40 Armada Pengelolaan Sampah dari UEA

oleh -111 Dilihat
IMG 20260820 WA0040
Menko Pangan, Zulhas saat menyerahkan bantuan pengelolaan sampah di TPS 3R Balak Songgon. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) turut mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/8).

Di tempat pengelolaan sampah terpadu tersebut, Zulhas menyerahkan bantuan sarana prasarana pengelolaan sampah. Bantuan yang diserahkan di antaranya 21 kendaraan roda tiga, 12 pickup, 2 truk armroll, dan 5 kontainer armroll. Bantuan tersebut didapat dari investor NGO Uni Emirat Arab (UEA).

Zulhas menyebut Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten dengan tata kelola persampahan yang baik. Karena itu, banyak investor-investor yang turut mendukungnya. “Termasuk ini dari UEA bahkan ada juga dari Norwegia, karena mengelola sampahnya termasuk yang bagus,” kata Zulhas.

Penyerahan didampingi Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Mujiono, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bayu Hadiyanto, dan stakeholder terkait. Wabup menyambut baik dukungan tersebut, karena dapat mempercepat penanganan persampahan di Banyuwangi.

“Tambahan armada ini makin memperkuat operasional pengangkutan sampah di lapangan, sehingga layanan kebersihan masyarakat bisa berjalan makin cepat, merata, serta terintegrasi. Terimakasih Pak Menko dan UEA,” tegas Mujiono.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menjelaskan bahwa armada yang diserahkan tersebut merupakan bantuan tahap pertama untuk menyokong program Banyuwangi Hijau.

“Hari ini serah terima termin satu. Karena infrastrukturnya belum selesai tetapi kendaraannya datang duluan, layanan yang seharusnya masuk ke Kertosari dan Karetan kita alihkan sementara ke Songgon,” terang Bayu.

Saat ini, operasional fasilitas pengolahan di Songgon menjangkau hingga 75 desa dengan volume olahan mencapai 100 ton sampah per hari. Komposisi sampah di wilayah tersebut didominasi oleh sampah organik.

“Di Songgon sekitar 70 persen berupa sampah organik dan 30 persen anorganik. Olahan Refuse Derived Fuel (RDF) diproduksi dengan rasio komposisi tiga banding satu untuk pasokan bahan bakar industri,” jelasnya.

DLH mencatat total timbulan sampah se-Kabupaten Banyuwangi menembus 900 ton per hari dari 1,8 juta penduduk. Pihaknya menargetkan seluruh wilayah terlayani penuh pada 2027 mendatang melalui pembagian zona regional.

Di sisi lain, sektor swasta turut mendukung penyerapan hasil olahan limbah tersebut. Business Development Specialist PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI), Wahyu mengatakan jika SBI telah bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi untuk pembelian bahan RDF tetsebut.

Kerja sama pengiriman bahan bakar alternatif ini telah berjalan aktif sejak November 2025 dengan rata-rata pasokan berkala, kurang lebih 20 ton dalam sekali kirim untuk dimusnahkan di pabrik semen.

“Kami di SBI sebagai offtaker RDF. Jadi, kami memanfaatkan RDF yang dibuat sama Pemkab Banyuwangi sebagai alternatif bahan bakar di pabrik semen,” ungkap Wahyu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.