KabarBaik.co, Nganjuk – Jalan Desa Kedung Mlaten yang dibangun akhir tahun 2025 sudah ambles dan rusak parah. Jalan penghubung antara Kecamatan Lengkong menuju Patianrowo tersebut dibangun menggunakan anggaran APBD Nganjuk tahun 2025 senilai Rp 237 juta.
Kondisi memprihatinkan mulai terlihat 2 bulan sejak jalan itu dibangun. Pada Februari 2026, terlihat permukaan jalan beton atau rigid beton retak, patah, dan miring ke arah sungai. Sehingga tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat, bahkan roda dua pun harus ekstra hati-hati.
“Kerusakan terjadi pada bulan Februari 2026. Akibat miringnya jalan sehingga berakibat sering terjadi kecelakaan,” ujar Sumadi, warga setempat, Jumat (9/4)
Kerusakan ini diduga kuat disebabkan oleh kesalahan dalam perencanaan atau pelaksanaan teknis. Meskipun material beton yang digunakan tergolong kuat, namun struktur tanah di lokasi tersebut cenderung bergerak menuju sungai di sisi jalan.
Tanpa adanya penyangga yang kuat berupa pasak bumi dan blandar beton, beban jalan tidak tertopang dengan baik sehingga akhirnya patah dan longsor. Hingga saat ini, jalan tersebut masih belum dilakukan perbaikan.
“Kalau hanya direhab seperti ini dipastikan tidak lama akan longsor lagi. Harus menggunakan pasak bumi dan blandar beton supaya bisa menyangga cor jalan,” tandas Sumadi. (*)







