KabarBaik.co – Bawaslu Kota Batu mulai memetakan potensi kerawanan menjelang pelaksanaan Pilkada 2024. Berdasar hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024 pada Februari 2024 lalu, Bawaslu mengidentifikasi beberapa isu krusial yang perlu diwaspadai, seperti kampanye di luar jadwal, politik uang, hingga ujaran kebencian.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi menyatakan, ketiga isu ini diprediksi berpotensi kembali terjadi dan bahkan meluas di tingkat kecamatan. Sebab, Pilkada 2024 nanti akan digelar serentak antara pemilihan wali kota dengan pemilihan gubernur.
”Misalnya, ujaran kebencian kemarin (saat Pilpres dan Pileg 2024) terjadi di dapil Kota Batu 3 yakni di Kecamatan Bumiaji, sementara politik uang kami temukan di dapil Kota Batu 2, Kecamatan Batu, pada H-1 pelaksanaan pemungutan suara,” kata Yogi di kantor Bawaslu Kota Batu, Sabtu (17/8).
Yogi tak menampik bahwa kerawanan tersebut muncul sejak Pileg dan Pilpres 2024, dan bukan berdasarkan Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) tahun 2017 ataupun 2019. Namun, tetap tidak menutup kemungkinan isu-isu tersebut akan kembali muncul pada Pilkada 2024.
”Karena isu kerawanan ini umumnya terjadi saat tahap kampanye. Tapi kami lihat bahwa ke depan, ketiga kerawanan ini akan berpotensi muncul di tingkat kota. Atau bahkan karena nanti juga bebarengan dengan pilgub, bisa jadi secara kewilayahan,” tutur Yogi.
Selain itu, Yogi juga mengingatkan adanya potensi kerawanan lain seperti ketidakprofesionalan penyelenggara pemilu dan ketidakpatuhan peserta. Termasuk sengketa pilkada yang umumnya terjadi di tahap pencalonan, kampanye, hingga penghitungan suara dan rekapitulasi.
“Jadi, proses pemetaan kerawanan ini diawali dengan inventarisasi dan identifikasi atas adanya masalah, pelanggaran, serta sengketa yang terjadi selama penyelenggaraan Pemilu 2024, Pilkada 2017, dan Pemilu 2019,” tegas Yogi.
Ketua Bawaslu Kota Batu Supriyanto berharap tingkat kerawanan pada Pilkada 2024 tidak seperti pada Pilkada 2017. Pihaknya akan terus menggandeng berbagai pihak untuk mengoptimalkan pengawasan partisipatif.
”Kami akan memperkuat kapasitas jajaran pengawas pemilu melalui supervisi dan monitoring intensif. Selain itu, koordinasi bersama antara pengawas dan penyelenggara pemilu serta Sentra Gakkumdu akan terus dioptimalkan melalui rapat koordinasi, rapat kerja teknis, dan sosialisasi bersama,” pungkasnya. (*)








