Warga Songgoriti Batu Jaga Warisan Budaya dengan Ngarak Banteng 1 Suro

oleh -80 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 31 at 1.33.44 PM
Tradisi ritual Ngarak Banteng 1 Suro di Kota Batu (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Batu – Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata di Kota Batu, masyarakat Songgoriti kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya leluhur. Tradisi Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII dijadwalkan digelar pada Senin Kliwon, 22 Juni 2026, sebagai bagian dari peringatan datangnya bulan Suro dalam tradisi Jawa.

Kegiatan budaya tahunan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Songgoriti itu akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan rute kirab mengelilingi kawasan wisata Songgoriti hingga berakhir di depan Candi Songgoriti.

Bagi masyarakat setempat, Ngarak Banteng bukan sekadar perayaan budaya. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun.

Tahun ini, Ngarak Banteng Empu Supo XVIII mengusung tema “Manggalaning Gwaya Purna Udaya”, yang bermakna kebangkitan menuju kemajuan, kemakmuran, dan keharmonisan masyarakat melalui pelestarian nilai-nilai budaya.

Humas Paguyuban Sanggar Empu Supo, Ahmad Choirul, mengatakan bahwa tradisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Songgoriti di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung.

Menurutnya, pelaksanaan Ngarak Banteng menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap tradisi yang telah hidup selama puluhan tahun.

“Tradisi ini bukan hanya seremoni tahunan. Ngarak Banteng adalah simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus wujud rasa syukur masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Kota Batu tidak hanya memiliki potensi wisata alam, tetapi juga kekayaan budaya yang harus dijaga bersama,” ujar Ahmad Choirul, Minggu (31/5).

Ia menjelaskan tema yang diangkat tahun ini membawa harapan agar budaya tetap menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

“Manggalaning Gwaya Purna Udaya mengandung semangat kebangkitan. Kami berharap budaya tidak hanya dikenang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Selama ini Songgoriti dikenal sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Kota Batu. Berbagai hotel, penginapan, serta destinasi wisata berkembang pesat di wilayah tersebut. Namun di balik geliat industri pariwisata, masyarakat tetap berupaya mempertahankan tradisi dan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas daerahnya.

Setiap memasuki bulan Suro, berbagai kegiatan adat dan kesenian rutin digelar. Mulai dari kirab budaya, doa bersama, pertunjukan seni tradisional hingga ritual adat yang sarat makna filosofis. Tradisi-tradisi itu menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak harus menghilangkan akar budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Ngarak Banteng Empu Supo juga dinilai memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual yang kuat. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan ini berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu melengkapi citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi.

Melalui pelaksanaan kirab budaya tersebut, masyarakat berharap semakin banyak generasi muda, wisatawan, dan pecinta budaya yang turut mengenal serta mencintai tradisi lokal.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan menyaksikan kirab budaya ini. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat pula upaya kita dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ungkap Ahmad Choirul.

Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII diharapkan kembali menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, masyarakat, dan wisatawan, sekaligus mempertegas bahwa Kota Batu memiliki kekayaan budaya yang layak dijaga dan dibanggakan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.