KabarBaik.co – Peristiwa pembakaran dan penjarahan grdung DPRD Kabupaten Blitar pada Minggu (31/8) dini hari menyisakan keprihatinan mendalam.
Bupati Blitar Rijanto menegaskan, kerusakan yang terjadi tidak bisa dibiarkan berlarut karena menghambat aktivitas kedewanan. Perbaikan pun diproyeksikan masuk dalam pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini.
Rijanto datang langsung ke lokasi bersama sejumlah anggota dewan. Ia menelusuri lorong-lorong gelap yang tak lagi teraliri listrik, menyaksikan ruangan rapat, humas, arsip, hingga ruang paripurna hancur dan dijarah.
Sejumlah perangkat elektronik seperti televisi, pendingin ruangan, laptop, proyektor, hingga pengeras suara hilang diduga dibawa massa.
“Ini bukan unjuk rasa, tetapi penjarahan. Ada pidananya. Anggota dewan tidak mungkin bekerja dengan kondisi kantor seperti ini,” ujar Rijanto, Senin (1/9).
Ia menyebut gelombang massa datang berulang kali, bahkan empat kali. Menurutnya, banyak pelaku berasal dari luar daerah.
“Warga Blitar dikenal santun dan beretika, saya yakin aksi ini dominan dilakukan oleh orang luar,” tambahnya.
Rijanto menegaskan, kerusakan gedung DPRD akan menjadi bahan evaluasi besar bagi Pemkab Blitar dan legislatif. Meski begitu, ia meminta seluruh pihak tidak larut dalam kondisi saat ini dan segera bangkit.
Setelah proses olah TKP polisi selesai, pemerintah akan memulai pembersihan, inventarisasi, dan perbaikan gedung agar agenda kedewanan bisa kembali berjalan normal.
Pemkab juga telah menggelar rapat koordinasi bersama forkopimda yang menghasilkan surat edaran (SE) berisi imbauan untuk menjaga ketertiban. Dalam SE itu, tokoh masyarakat, ulama, dan aparat desa diminta aktif menenangkan warga.
“Dengan doa, dialog, dan kebersamaan, Kabupaten Blitar bisa segera pulih dan masyarakat kembali merasa aman,” kata Rijanto.(*)








