Berawal dari Taplak Meja, Batik Tulis Jati Waras Khas Nganjuk Kini Bidik Pasar Lebih Luas

oleh -92 Dilihat
Perajin Batik Tulis Jati Waras asal Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Nganjuk, saat mencanting kain batik tulis dengan ketelitian tinggi di kediaman pasutri Yatilah dan Yulianto.
Perajin Batik Tulis Jati Waras asal Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Nganjuk, saat mencanting kain batik tulis dengan ketelitian tinggi di kediaman pasutri Yatilah dan Yulianto.

KabarBaik.co, Nganjuk – Di balik ketenangan Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, denyut kebudayaan batik tulis terus berdenyut hangat. Pasangan suami istri, Yatilah dan Yulianto, menjadi sosok penting di balik keberlanjutan tradisi ini melalui usaha Batik Tulis Jati Waras.

Berawal dari niat sederhana pada tahun 2012, mereka memulai langkah kecil dari memproduksi taplak meja hingga berkembang menjadi kain busana bernilai seni tinggi.

“Awalnya saya hanya memproduksi taplak meja. Setelah merasa mahir, saya mulai berani membatik kain baju dan terus ditekuni hingga sekarang,” ungkap Yatilah, Senin (24/8).

Proses pembuatan batik tulis karya mereka membutuhkan ketelatenan, kesabaran, serta imajinasi mendalam. Tahapannya terbilang panjang, mulai dari merancang pola, mencanting, mewarnai, mencelup, hingga pengeringan.

Menyesuaikan dengan identitas desanya, motif utama yang diangkat mengusung tema keindahan alam lokal, khususnya pohon jati.

“Sesuai dengan nama desa kami, motif utama yang diproduksi mengusung tema pohon jati. Namun seiring perkembangan trend dan permintaan, kami juga menambah variasi pola sesuai keinginan pelanggan, seperti motif cabe hingga simbol kebanggaan Nganjuk, Jayastamba,” terangnya.

Meski memiliki keunikan motif dan kualitas pengerjaan yang halus, perjalanan bisnis usaha mikro ini tak lepas dari batu sandungan.

Masalah klasik berupa keterbatasan modal menjadi hambatan utama yang membuat mereka kesulitan memperluas jangkauan pasar maupun meningkatkan kapasitas produksi.

“Usaha ini terkendala permodalan, sehingga untuk mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar kami mengalami kesulitan,” keluh Yatilah.

Keberadaan perajin batik lokal seperti Yatilah tidak hanya sekadar menjaga warisan budaya Jawa, tetapi juga menjadi penopang roda perekonomian keluarga serta aset ekonomi kreatif daerah.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan permodalan, Yatilah menyimpan harapan besar agar mendapat dorongan nyata dari pihak terkait.

“Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan dan memajukan usaha kami ini,” tuturnya penuh harap.

Kendati dibayangi berbagai kendala, semangat Yatilah dan Yulianto untuk terus berkarya tak pernah padam.

Usaha batik tulis ini terbukti mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mereka sehari-hari. Bagi Yatilah, membatik adalah bentuk dedikasi sekaligus rasa syukur atas rezeki dari tanah kelahirannya.

“Meski demikian, saya tetap bersyukur karena dengan usaha batik tulis ini sedikit banyak dapat membantu mengangkat ekonomi keluarga,” pungkas Yatilah.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.