KabarBaik.co, Pasuruan – Karya seni khas Indonesia, salah satunya batik yang sudah dikenal sebagai warisan budaya yang sudah diakui oleh Unesco mulai ramai dan dikenal di pasar dunia karena corak dan nilai seninya.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melakukan kunjungan ke salah satu sentra batik yang berada di Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji yang langsung dipimipin Ketua TP PKK Merita Ariestya Yudi (Mela Rusdi) dengan didampingi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan.
Dalam kunjungan ini Pemerintah Kabupaten Pasuruan mensupport penuh berkembangnya batik-batik Kabupaten Pasuruan, dengan berbagai kegiatan yang diadakan mulai dari pelatihan, pameran hingga penggunaan pakaian batik di lingkungan Pemerintah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten kita support penuh pembatik yang ada, dengan pelatihan hingga pameran yang digelar oleh kementerian,” kata Mela Rusdi, Senin (15/6).
Lebih lanjut Mela Rusdi menyampaikan saat ini pembatik di Kabupaten Pasuruan ada 114, semuanya kita perhatikan untuk terus berkembang menjadi UMKM berkelas dengan karya-karyanya.
“Semua mendapatkan perhatian dari dinas terkait, saat ini banyak pelatihan digelar hingga cara jual online salah satu terobosan untuk menarik masyarakat dan penjualan,” jelasnya.
Nurita sang pembatik mengaku merintis batik sejak 2013 lalu berkat adanya CSR dari sebuah perusahaan, yang peduli akan kesejahteraan masyarakat yang tidak bekerja.
“Awalnya dari CSR dengan menampung ibu-ibu yang tidak lagi bekerja untuk mendapatkan masukan hingga akhirnya menjadi batik,” kata Nurita.
Dirinya menyampaikan hingga saat ini batik yang dikelolanya sudah berkembang pesat berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten, hingga dikenal hingga luar negeri.
“Alhamdulillah saat ini batik saya sudah di pasaran luar negeri, meskipun dari teman yang bawa dan pemasaran online yang saat ini sangat penting,” jelasnya.
Untuk harga batik tulis karyanya dibandrol sekitar Rp 300 ribu-Rp 500 ribu per potong, sesuai dengan kualitas dan proses pembukaan batik sendiri.
“Harga normal sesuai dengan harga pasar yang ada Rp 300 ribu-Rp 500 ribu melihat dari jenis kain yang dipakai dan pembuatan batinnya,” tutupnya.






