KabarBaik.co, Sidoarjo – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan mendapat dukungan dari sektor perbankan daerah.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BPR Delta Artha Perseroda mengalokasikan dana sebesar Rp 600 juta untuk membantu pemeliharaan jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Anggaran tersebut akan dikelola melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo dengan target pelaksanaan mulai Juli 2026.
Bantuan ini menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan dana CSR tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai bentuk pemeliharaan jalan, mulai dari penanganan lubang hingga perbaikan lapisan permukaan jalan yang mengalami kerusakan cukup berat.
“Benar ada bantuan CSR dari BPR Delta Artha Perseroda untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan,” ujarnya, Minggu (31/5).
Saat ini pihaknya masih menyusun daftar prioritas berdasarkan hasil survei lapangan. Sejumlah ruas jalan yang dinilai membutuhkan penanganan cepat tengah dipetakan agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Hingga akhir Mei 2026, tercatat sekitar 50 ruas jalan telah masuk dalam daftar usulan pemeliharaan. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah seiring adanya laporan kerusakan dari masyarakat maupun hasil pengecekan petugas di lapangan.
Menurut Makhmud, beberapa kawasan yang menjadi perhatian berada di wilayah timur hingga barat Sidoarjo. Di antaranya Jalan Raya Lingkar Timur, sejumlah ruas di Kecamatan Gedangan dan Buduran, hingga kawasan Tarik dan Prambon yang juga membutuhkan perbaikan.
“Pemeliharaan jalan ini kami prioritaskan di sejumlah wilayah yang memang membutuhkan penanganan cepat,” katanya.
Penetapan lokasi pengerjaan nantinya akan mempertimbangkan tingkat kerusakan jalan serta urgensi penanganannya. Karena itu, daftar titik pekerjaan masih akan dibahas lebih lanjut sebelum pelaksanaan dimulai.
“Titik pastinya masih dibahas lagi. Kami sesuaikan dengan kondisi kerusakan di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pekerjaan perbaikan dengan kategori ringan akan ditangani langsung oleh Satgas Jalan DPUBMSDA. Sementara kerusakan yang memerlukan penanganan lebih kompleks akan dikerjakan melalui sistem kontraktual.
“Perbaikan nanti dilakukan oleh satgas jalan jika kerusakannya ringan, dan kontraktual jika kerusakannya berat,” pungkas Makhmud.
Dengan tambahan dukungan dana CSR tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap penanganan jalan rusak dapat berjalan lebih cepat sehingga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan semakin meningkat di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo.(*)







