KabarBaik.co, Nganjuk – Badan Pusat Statistik (BPS) Nganjuk memproyeksikan kabar positif bagi dunia pertanian Anjuk Ladang. Pada periode Januari-Maret atau Subround ke I tahun 2026, diperkirakan luas lahan panen padi akan mencapai 27 ribu hektar.
Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya tercatat 22 ribu hektare.
“Hingga Januari – Maret 2026 kita perkirakan Nganjuk mencapai peningkatan dari sisi luas panen mencapai 22% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya atau Januari – Maret 2025,” ujar Kepala BPS Kabupaten Nganjuk, Wahyu Purnama Hadi, Rabu (6/5).
Peningkatan yang menggembirakan ini, menurut Wahyu, tidak lepas dari kondisi alam yang sangat mendukung. Musim tanam yang berjalan baik serta curah hujan yang cukup dan stabil menjadi faktor utama yang memicu pertumbuhan tanaman padi secara optimal.
Dampak positif dari bertambahnya luas panen ini tentu saja dirasakan juga pada sisi hasil produksi. Diperkirakan jumlah beras yang dihasilkan pada Subround ke I 2026 akan mengalami kenaikan hingga 26% dibandingkan tahun lalu.
“Produksi beras bulan Januari Maret ini juga diperkirakan meningkat sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu,” kata Wahyu.
Meski kuartal pertama terlihat sangat menjanjikan, Wahyu juga memberikan gambaran untuk periode selanjutnya. Ia memprediksi bahwa pada Subround ke II 2026 (Mei-Agustus), luas panen padi sawah diperkirakan hanya akan menyisakan sekitar 40% dari capaian periode sebelumnya.
Hal ini merupakan tren biasa yang terjadi seiring dengan peralihan musim penghujan ke musim kemarau.
“Subground ke II seiring dengan berkurangnya musim penghujan dan masuknya musim kemarau, Sebagiannya biasanya petani akan berpindah dari tanaman sawah basah ke tanaman ladang atau ke palawija seperti jagung, kedelai dan lain sebagainya,” paparnya.
Wahyu menambahkan bahwa tahun 2025 lalu menjadi catatan sejarah di Nganjuk. Di mana total luas panen mencapai puncaknya di angka 76,99 ribu hektar dengan produksi beras mencapai 251 ribu ton. Angka ini merupakan capaian tertinggi selama lima tahun terakhir.
“Kita mengalami peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Sepanjang 2025 itu merupakan yang tertinggi selama 5 tahun terakhir. Nganjuk telah mencapai luas panen 76,99.000 hektar hingga menghasilkan perkiraan 251.000 ton beras,” ujarnya.
Sebagai informasi, Nganjuk dikenal sebagai salah satu lumbung padi penting di Jawa Timur. Berdasarkan data luas lahan baku sawah, Nganjuk menempati urutan ketujuh terluas di provinsi tersebut dengan total 46.098 hektar lahan produktif. (*)






