KabarBaik.co, Nganjuk– Pembangunan flyover di Simpang Mengkreng yang menghubungkan Nganjuk, Kediri, dan Jombang untuk mengurai kemacetan mulai bergerak nyata. Pemerintah dari ketiga kabupaten bersatu padu mengupayakan realisasi proyek infrastruktur strategis ini.
Bulan lalu, ketiga bupati telah bertemu untuk menyusun langkah konkret, dan koordinasi pun terus dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga pusat.
“Komitmen kita bertiga kita segera mengajukan, dokumen sudah siap. Kita cari tanggal untuk konsultasi ke Gubernur Jawa Timur, paling tidak minta dukungan juga. Karena dana yang dibutuhkan juga lumayan besar,” ungkap Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Rabu (6/5).
Diketahui, total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur ini disebut-sebut mencapai angka Rp 800 miliar. Mengingat besarnya nilai proyek dan adanya pemangkasan dana transfer daerah, saat ini sedang dikaji dua skema pembiayaan.
Skema pertama adalah pembiayaan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan skema kedua, pembangunan ditanggung pusat, namun biaya pembebasan lahan menjadi tanggungan masing-masing kabupaten.
“Skema kedua pembangunan infrastruktur dari pusat, tapi untuk pembebasan lahan (dianggarkan) kabupaten masing-masing,” terangnya.
Berdasarkan pemetaan sementara, di Nganjuk dipersiapkan lahan seluas sekitar 500 meter persegi dengan estimasi biaya pembebasan mencapai Rp 15 miliar. Namun, angka dan luasan ini masih bersifat sementara dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung desain akhir.
“Perkiraan di Kabupaten Nganjuk butuh biaya Rp 15 miliar untuk pembebasan lahan,” paparnya.
Sementara itu, pihak teknis menegaskan bahwa proses masih berjalan. Sampai saat ini, lokasi pasti yang akan terkena dampak pembangunan belum bisa ditentukan secara mutlak.
“Kementerian PU masih melakukan penyusunan DED (Detail Engineering Design) untuk flyover jadi belum bisa dipastikan area mana saja yang kena bangunan flyover. Prosesnya masih tahapan koordinasi,” kata Plt Kepala Dinas PUPR Nganjuk, Onny Supriyoni. (*)






