Bulog: Serapan Beras Tinggi dan Stok Nasional Aman

oleh -64 Dilihat
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sidak gudang Bulog Magelang.
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sidak gudang Bulog Magelang.

KabarBaik.co, Magelang – Pemerintah memastikan cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman seiring tingginya realisasi penyerapan beras sejak awal 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya keterisian gudang yang dikelola Perum Bulog di berbagai daerah.

Untuk memastikan kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya usai memberikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi cadangan pangan nasional, khususnya beras.

“Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” ujar Teddy Indra Jaya.

Kompleks Gudang Bulog Danurejo memiliki dua unit bangunan dengan kapasitas total 7.000 ton dan saat ini terisi penuh. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya realisasi penyerapan beras sekaligus kesiapan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Magelang.

Secara nasional, capaian penyerapan yang tinggi turut mendorong optimalisasi pengelolaan gudang Bulog. Saat ini, Bulog mengelola 1.540 unit gudang milik sendiri dengan kapasitas riil mencapai 3.061.484 ton yang dimanfaatkan untuk penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Seiring meningkatnya volume stok, Bulog juga memperluas kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang filial (non-Bulog). Hingga kini, sebanyak 1.254 unit gudang filial dengan kapasitas 2.686.215 ton telah digunakan guna memastikan seluruh stok tersimpan dengan baik, aman, dan tersebar merata di berbagai wilayah.

Total stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai 4.881.105 ton setara beras. Angka ini mempertegas kuatnya posisi cadangan nasional dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut optimalnya keterisian gudang menjadi indikator keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi dalam negeri.

“Dengan target penyerapan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 4 juta ton setara beras, kegiatan penyerapan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Dirut Bulog.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga memastikan negara hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai bagian dari transparansi, Bulog juga membuka akses bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik bahwa pengelolaan cadangan pangan nasional dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta siap disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.