KabarBaik.co – Bupati Jombang Warsubi, turun langsung meninjau pelaksanaan program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam menekan angka stunting, yakni “Anting Berlian” (Aksi Nyata Pemkab Jombang Tangani Stunting Berkelanjutan). Kegiatan peninjauan ini dipusatkan di Puskesmas Mojowarno.
Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi ini menyaksikan secara dekat berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari program “Anting Berlian”.
Program ini sendiri merupakan wujud kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, pihak swasta, hingga masyarakat, dalam upaya penanganan stunting yang komprehensif.
“Saya hadir ini untuk memastikan bahwa program ‘Anting Berlian’ ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Jombang, terutama dalam upaya kita bersama untuk menurunkan angka stunting,” ujar Bupati Warsubi pada Selasa (6/5/).
Lebih lanjut “Anting Berlian” menawarkan beragam layanan yang terintegrasi, mulai dari layanan promotif di posyandu untuk pencegahan, layanan kesehatan esensial di puskesmas, hingga penanganan khusus oleh dokter spesialis anak di seluruh rumah sakit melalui jalur fast track.
Bahkan, sebagai bentuk komitmen Pemkab Jombang, pelayanan dokter spesialis anak juga dihadirkan langsung di puskesmas melalui jadwal yang telah ditentukan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Warsubi juga secara simbolis menyerahkan bantuan susu gratis kepada kelompok rentan, yaitu kepada 90 balita stunting, 203 balita wasting, dan 100 ibu hamil,
sebanyak 14.760 kardus susu yang didistribusikan secara serentak ke seluruh puskesmas di Kabupaten Jombang.
“Pemerintah Kabupaten Jombang hadir untuk memastikan ketersediaan asupan gizi yang cukup bagi kelompok yang rentan. Pemberian susu gratis ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” tegasnya.
Bupati Warsubi menyampaikan apresiasinya atas capaian positif Kabupaten Jombang dalam menekan angka prevalensi stunting.
“Berdasarkan data April 2025, angka stunting di Jombang berada di angka 4,17 persen, melampaui target nasional yang ditetapkan. Ia berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antar berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk mencapai target penurunan stunting hingga 3 persen di akhir tahun 2025,”ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan bahwa program “Anting Berlian” bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting, mempermudah akses layanan kesehatan bagi balita stunting, serta meningkatkan sinergitas unsur pentahelix.
“Hari ini kita menyaksikan langsung implementasi dari program ini, termasuk penanganan balita stunting dan wasting oleh dokter spesialis anak dan dokter puskesmas, penanganan ibu hamil KEK oleh dokter spesialis kandungan, pemberian susu gratis, konseling gizi, layanan akupresur, serta pemberian paket bantuan gizi tambahan dari berbagai pihak yang peduli,” jelas dr. Hexawan. (*)







