KabarBaik.co, Malang – Bupati Malang, Muhammad Sanusi, memastikan pembangunan Alun-alun Kepanjen akan mulai diproses pada 2027 mendatang. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 150 miliar itu bakal dibiayai melalui kerja sama dengan Bank Jatim.
Menurut Sanusi, sumber pembiayaan pembangunan berasal dari dividen saham milik Pemerintah Kabupaten Malang di Bank Jatim yang setiap tahun nilainya mencapai sekitar Rp 13,8 miliar.
“Setiap tahun kami menerima dividen sekitar Rp 13,8 miliar,” ungkap Sanusi, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, anggaran tersebut nantinya digunakan untuk proses pembebasan lahan hingga pembangunan fisik kawasan alun-alun. Pemerintah daerah juga menyiapkan konsep kawasan yang dilengkapi rest area dan fasilitas bagi pelaku UMKM.
“Selain pembangunan alun-alun, di sana juga akan disiapkan lapak untuk UMKM dari 33 kecamatan,” ujarnya.
Sanusi menambahkan, lokasi pembangunan Alun-alun Kepanjen kini bergeser ke kawasan Stadion Kanjuruhan. Sebagian lahan merupakan aset milik Pemkab Malang, sedangkan sebagian lainnya masih memerlukan pembebasan lahan.
Sebelumnya, pembangunan alun-alun sempat direncanakan berada di belakang Kantor Bupati Malang. Namun, pemerintah daerah memutuskan memindahkan lokasi pembangunan ke kawasan Stadion Kanjuruhan agar pengembangan kawasan menjadi lebih terintegrasi.
“Pembangunan Alun-alun Kepanjen diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik baru bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal,” tegas Sanusi. (*)







