KabarBaik.co, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra melepas tim petugas upacara dan pembentang bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter menuju puncak Gunung Penanggungan. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelepasan dilakukan di Pos Registrasi Pendakian Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Tradisi tersebut menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Perum Perhutani KPH Pasuruan, Forkopimca Trawas, Pemerintah Desa Tamiajeng, KMDH Watu Kelir, komunitas pecinta alam hingga relawan.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengapresiasi seluruh pihak yang konsisten menjaga tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi sekaligus upaya menumbuhkan semangat nasionalisme melalui potensi alam daerah.
“Ini sudah menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan yang kita kenal setiap tahun. Ada sesuatu yang patut kita syukuri dari keberlangsungan kegiatan ini,” kata Al Barra dalam keterangannya Senin (17/8).
Dia menilai kerja sama antara masyarakat, Perhutani, pemerintah desa, pengelola jalur, komunitas dan relawan menjadi kunci terselenggaranya kegiatan tersebut dari tahun ke tahun.
Selain menjadi lokasi kegiatan pendakian, Gunung Penanggungan juga dinilai memiliki nilai penting bagi Kabupaten Mojokerto karena keindahan alam dan keberadaan sejumlah situs peninggalan sejarah.
Karena itu, Al Barra mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kelestarian kawasan Gunung Penanggungan. Terlebih, jumlah masyarakat dan pendaki yang beraktivitas di kawasan tersebut terus meningkat.
“Semakin banyak kegiatan yang berlangsung di kawasan Gunung Penanggungan, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaganya. Kebersihan jalur, kelestarian hutan, ketertiban pendakian, dan keselamatan pengunjung harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Sementara itu, para petugas yang dilepas akan menjalankan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih sekaligus membentangkan kain Merah Putih sepanjang 1.000 meter di puncak Gunung Penanggungan pada 17 Agustus.
Al Barra meminta seluruh anggota tim menjaga kondisi fisik dan kekompakan selama perjalanan. Para petugas juga diminta mematuhi prosedur keselamatan serta mengikuti arahan pendamping lapangan.
“Bagi para petugas yang sore ini akan diberangkatkan, tentu tugas ini sudah dipersiapkan dengan baik. Perjalanan menuju puncak membutuhkan kondisi fisik yang prima dan kekompakan,” tuturnya.
“Selama perjalanan nanti, saling memperhatikan dan membantu menjadi hal yang penting,” imbuhnya.








