Bursa Ketum NU Menghangat, Gus Fahmi Dorong Figur Pengusaha dan Antipolitik Uang

oleh -420 Dilihat
IMG 20260406 WA0010
Gus Fahmi berharap Muktamar NU berjalan bersih tanpa politik uang. (Foto: Teguh)

KabarBaik.co, Jombang – Berbagai harapan mulai disampaikan kalangan pengurus menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan digelar di Jawa Timur. Salah satunya datang dari pengurus NU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik atau Gus Fahmi.

Gus Fahmi berharap ajang lima tahunan tersebut bisa berjalan bersih, terutama dari praktik politik uang. “Kita berharap agar Muktamar yang akan datang ini benar-benar bisa memilih pengurus yang bersih. ‘Miqat’-nya itu tanpa uang, artinya berangkat tanpa suap-menyuap dan sebagainya,” ujar Gus Fahmi dalam keterangannya, Senin (6/3).

Menurutnya, sejumlah kriteria calon pimpinan PBNU sebenarnya sudah mulai dirumuskan oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Namun, ia menilai perlu ada perspektif yang lebih terbuka dalam menentukan sosok ketua umum mendatang.

Gus Fahmi mengusulkan agar calon Ketua Umum PBNU tidak harus selalu berasal dari kalangan pesantren atau kiai. Ia mencontohkan sejarah awal berdirinya NU yang dipimpin oleh tokoh dari kalangan pengusaha. “Kalau melihat awal berdirinya, Ketua Umum pertama itu Hasan Gipo, seorang saudagar. Bahkan beliau rela menjual asetnya untuk menghidupi NU,” jelasnya.

Ia pun membuka kemungkinan hadirnya sosok pemimpin dari kalangan pengusaha atau konglomerat dalam Muktamar mendatang. Menurutnya, hal itu bisa menjadi alternatif agar NU lebih mandiri secara finansial.

“Mungkin ada alternatif, siapa tahu ada pengusaha konglomerat yang mau menghidupi NU. Walaupun mungkin nggak begitu alim atau nggak begitu bisa ngaji, tapi yang penting bisa menghidupi NU. Ini menarik, supaya NU punya modal dan tidak hanya bergantung pada proposal,” tambahnya.

Diketahui, menjelang Muktamar ke-35 NU, sudah muncul sekitar 13 nama yang masuk bursa calon Ketua Umum PBNU. Namun, keputusan akhir tetap akan ditentukan dalam forum Muktamar mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.