Cara Warga Randulawang Jombang Nabung Jelang Ramadan Lewat Sampah

oleh -53 Dilihat
WhatsApp Image 2025 11 21 at 9.26.42 AM
Warga Dusun Randulawang menimbang sampah untuk ditukar jadi tabungan jelang Ramadan (teguh)

KabarBaik.co – Warga Dusun Randulawang Santren, Desa Bandung, Diwek, Jombang, punya cara unik menambah tabungan jelang Ramadan. Bukan lewat ATM, koperasi, atau bank umum, melainkan dari sampah rumah tangga yang selama ini sering dianggap tak bernilai.

Kebiasaan lama membakar sampah kini ditinggalkan. Warga mulai memilah sampah dari rumah, lalu menyetorkannya ke pos Bank Sampah yang buka sebulan sekali.

Dari hasil penimbangan itu, setiap orang mendapatkan saldo tabungan yang dikumpulkan hingga menjelang bulan puasa.

Setiap kali pos dibuka, tumpukan sampah terpilah rapi berdatangan. Ada botol plastik, gelas air mineral, kardus, buku, mika, triplek, hingga besi dan paku.

Semua ditimbang, dicatat, lalu dikonversi menjadi saldo sesuai harga pengepul: botol plastik Rp 1.500/kg, kardus dan buku Rp 1.500/kg, sak semen Rp 300, besi Rp 3.500/kg, dan paku sekitar Rp 2.000/kg.

Usai dicatat di buku tabungan, seluruh sampah disetor ke pengepul untuk didata dan didaur ulang. Sejak berdiri pada Agustus 2025, total tabungan warga sudah mencapai sekitar Rp 300 ribu. Seluruh nominal akan dicairkan menjelang Ramadan.

“Awalnya ini melanjutkan program KKN. Melihat banyak sampah di lingkungan warga, akhirnya kami inisiatif supaya sampah bisa menghasilkan uang, masyarakat makin sadar sampah, lingkungan bersih, dan sampah tidak dibakar lagi lebih baik dijadikan cuan,” ujar Nina Dwi Astuti, pengelola Bank Sampah, Jumat (21/11).

Bank Sampah ini berawal dari keresahan mahasiswa KKN yang melihat penumpukan sampah di desa. Setelah masa KKN berakhir, warga yang merasa programnya bermanfaat memilih melanjutkannya secara mandiri dengan sistem menabung dari sampah.

Mekanismenya sederhana, warga mendapat pengumuman lewat grup WhatsApp, sampah dipilah dari rumah, sebulan sekali dibawa ke pos, lalu ditimbang dan dicatat. Setelah itu sampah disetor ke pengepul, sementara saldo akan dikumpulkan dan diberikan menjelang Ramadan.

Bagi warga, tabungan ini bukan sekadar uang tambahan. Menjelang Ramadan momen ketika kebutuhan rumah tangga meningkat uang itu terasa sangat membantu.

Program ini tak hanya mengurangi beban ekonomi warga, tetapi juga mengubah kebiasaan lama. Polusi berkurang, lingkungan lebih bersih, dan sampah yang dulu dianggap tak berguna kini menjadi sumber rezeki.

“Harapannya masyarakat lebih sadar sampah. Tidak apa-apa punya sampah banyak, yang penting nanti bisa jadi cuan,” tambah Nina.

Gerakan sederhana ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa lahir dari lingkungan kecil. Dengan kreativitas dan kemauan bersama, sampah pun bisa menjadi tabungan yang bermanfaat bagi bumi dan warga yang menantikan datangnya Ramadan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.