KabarBaik.co, Batu – Keresahan warga Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terkait maraknya aksi bunuh diri di kawasan Jembatan Cangar mendapat respons cepat dari pihak swasta. Pengelola wisata Mikutopia menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah konkret sebagai upaya pencegahan.
Kuasa hukum Mikutopia, Haitsam Nuril Brantas Anarki dan Bagas Dwi Wicaksono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima langsung aspirasi masyarakat yang mengeluhkan kondisi jembatan tersebut.
“Pihak kami sudah mendengar dan sangat merespons keresahan masyarakat sekitar tentang jembatan itu. Beberapa waktu lalu ada perwakilan masyarakat yang menemui kami,” ujar Nuril, Rabu (29/4).
Dalam pertemuan itu, berbagai solusi dibahas guna mencegah kejadian serupa terulang. Salah satu langkah yang disepakati adalah pemasangan pagar pengaman di dua titik jembatan yang dinilai rawan.
“Kami senang masyarakat bisa menyampaikan unek-uneknya, dan kami berdiskusi hingga mencapai kesimpulan bahwa pencegahan bisa dilakukan dengan memasang pagar di dua jembatan tersebut,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dua jembatan yang dimaksud memiliki panjang berbeda, yakni sekitar 73 meter dan 44 meter. Nantinya, pagar akan dipasang di sisi kiri dan kanan dengan total panjang lebih dari 200 meter.
Sementara itu, Bagas Dwi Wicaksono, menambahkan bahwa pihaknya siap bergerak cepat apabila rencana tersebut mendapat persetujuan dari pihak terkait. “Jika masyarakat menginginkan, kami bisa segera melakukan pembangunan pagar sebagai upaya pencegahan, tentu tanpa mengurangi estetika jembatan,” katanya.
Namun demikian, realisasi rencana tersebut masih terkendala pada aspek perizinan. Pihak Mikutopia berharap pemerintah maupun instansi berwenang dapat segera memberikan izin agar langkah pencegahan bisa segera dilakukan.
“Jika izin cepat keluar, kami akan langsung bergerak memasang pagar di kedua sisi jembatan,” tandasnya. (*)






