KabarBaik.co, Surabaya – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pengawasan terhadap seluruh kapal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi serius terhadap ancaman penyakit menular, khususnya Hantavirus, yang dapat terbawa melalui jalur laut.
Petugas kini lebih intensif melakukan pemeriksaan sanitasi dan menyisir keberadaan tikus di setiap sudut kapal. Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan tidak adanya jejak, sarang, maupun kotoran tikus yang menjadi vektor utama penyebaran virus tersebut.
Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan menegaskan bahwa pengawasan ketat di pintu masuk negara adalah hal yang mutlak dilakukan. Menurutnya, keberadaan tikus merupakan indikator buruknya kebersihan lingkungan yang berpotensi memicu berbagai penyakit berbahaya.
”Hantavirus dapat menular melalui air liur, urin, maupun debu yang telah terkontaminasi oleh tikus. Karena itu, petugas selalu menelusuri jejak tikus pada setiap kapal yang bersandar di pelabuhan,” ujar Rosidi, Minggu (17/5).
Rosidi menambahkan bahwa wilayah pelabuhan merupakan area yang memiliki risiko tinggi. Selain faktor kelembapan, tingginya aktivitas kapal penumpang dan kapal pesiar yang rutin bersandar di Tanjung Perak memerlukan kewaspadaan ekstra.
Sanksi Fumigasi bagi Kapal yang Tidak Higienis
BBKK Surabaya tidak akan memberikan toleransi terhadap kapal yang melanggar standar kesehatan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan masalah sanitasi atau indikasi kuat keberadaan tikus, kapal tersebut dilarang melanjutkan perjalanan sebelum dilakukan tindakan medis.
”Jika ditemukan indikasi (keberadaan tikus), maka kapal wajib menjalani proses penyehatan dan fumigasi sebelum mendapat izin berangkat kembali,” tegas Rosidi.
Pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen BBKK Surabaya dalam menjaga kesehatan masyarakat luas. Dengan memperketat skrining di pintu masuk pelabuhan, diharapkan risiko masuknya penyakit menular dari luar daerah maupun luar negeri dapat diminimalisir sedini mungkin. (*)






