KabarBaik.co – Cuaca buruk melanda Selat Bali, Kamis (8/1). Akibat fenomena itu aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sempat mengalami dua kali penutupan. Imbasnya kendaraan tertahan di pelabuhan.
Koordinator Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) satuan wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho mengatakan penutupan terjadi dua kali. Pertama terjadi pukul 14.28 dan kedua pukul 16.00 WIB.
“Penutupan dilakukan karena jarak pandang terbatas akibat hujan deras,” kata Bayu.
Pertama penutupan dimulai pukul 14.28 selang setengah jam atau tepatnya pukul 15.00 WIB penyeberangan kembali dibuka karena cuaca mulai membaik.
Sejam beroperasi cuaca buruk kembali melanda. Pada pukul 16.05 WIB operasi dihentikan sementara. Saat itu, cuaca di sekitar Pelabuhan Ketapang turun hujan sangat lebat, dengan arah angin dari Barat Daya dengan kecepatan maksimum 14.0 knots, arus bergerak menuju utara dengan kecepatan 0.57 – 2.02 m/s dan ketinggian gelombang antara 0.1 – 0.5 meter.
“Pelayanan ditunda sementara karena hujan lebat, badai dan jarak pandang terbatas kurang lebih 500 meter,” terang Bayu.
Satu jam berselang, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali dibuka pada pukul 17.00 WIB bersamaan dengan membaiknya cuaca dan jarak pandang.
Sementara itu, seiring dibukanya penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, kepadatan kendaraan perlahan terurai dan Bayu mengimbau masyarakat untuk dapat bersabar antre menunggu waktu masuk kapal.
“Mohon bersabar demi kenyamanan dan keamanan bersama,” tandasnya.







