KabarBaik.co, Sidoarjo – Cuaca akhir pekan di Jawa Timur pada Sabtu (22/8) diprakirakan cukup bersahabat. Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, sebagian besar wilayah Jatim berpotensi cerah hingga cerah berawan, meski masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi kabut atau asap.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah dengan peluang kabut atau asap. Kondisi serupa berlanjut pada siang hingga sore, meski sejumlah wilayah diprediksi cerah berawan saat di pagi hari. Memasuki malam dan dini hari, cuaca kembali didominasi cerah dengan potensi kabut atau asap.
Suhu udara di Jawa Timur diprakirakan berada pada kisaran 14 hingga 35 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara mencapai 34 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 5 hingga 50 kilometer per jam.
Di tengah cuaca daratan yang relatif cerah, masyarakat yang beraktivitas di laut justru perlu meningkatkan kewaspadaan. Menurut informasi Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Maritim Tanjung Perak BMKG menunjukkan gelombang laut di sejumlah perairan Jawa Timur masih cukup tinggi hingga 4 meter.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Masalembo, Bawean bagian utara dan selatan, Tuban, Lamongan, Gresik bagian utara, serta sejumlah perairan di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Sapudi, Kangean hingga Situbondo bagian timur.
Sementara itu, ancaman lebih tinggi berada di wilayah perairan selatan Jawa Timur. Gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan dan pengguna jasa transportasi laut. BMKG mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang hingga kapal feri ketika kecepatan angin dan tinggi gelombang mencapai batas tertentu.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat pesisir dan nelayan diimbau tidak hanya memperhatikan kondisi cuaca di daratan, tetapi juga memantau informasi gelombang sebelum melaut. Terutama bagi nelayan di kawasan pantai selatan Jatim yang berpotensi menghadapi gelombang hingga 4 meter.(*)






