Dari Drone hingga Combine Harvester, Modernisasi Pertanian Lamongan Dapat Apresiasi Pemerintah

oleh -155 Dilihat
Gerakan Tanam Padi di Lamongan.
Gerakan Tanam Padi di Lamongan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah terus mendorong modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi yang digelar di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5).

Kegiatan ini dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Plt Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.

Dalam kesempatan itu, Menteri PPN Rachmat Pambudy menegaskan bahwa hilirisasi pertanian menjadi salah satu arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, hilirisasi tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha di sektor hilir, tetapi juga mampu meningkatkan keuntungan yang diterima petani.

“Ada arahan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi, jadi Pak Bupati produksi padi bagus, saya senang sekali bahwa sekarang tanam padinya bikin anakannya bukan di sawah lagi sudah dibaki tray, penanamannya pakai transplanter, pemupukannya pakai drone, pemanenannya pakai combine harvester, nanti panennya diolah melalui pemilihan yang baik, disimpan, didistribusikan melalui koperasi-koperasi kita. Nah dengan demikian maka hilirisasi bukan hanya menguntungkan yang bekerja di hilir tapi juga menguntungkan para petani Padi,” terang Menteri Pambudy.

Rachmat menilai Lamongan memiliki modal kuat untuk mengembangkan hilirisasi pertanian. Selain dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi dan jagung, Lamongan juga dinilai memiliki dukungan kelembagaan yang baik melalui koperasi.

“Jadi kembali lagi Lamongan ternyata tidak hanya unggul di jagung, unggul di padi, tapi juga unggul nanti dihilirisasinya,” imbuhnya.

Lamongan Dapat Bantuan Alsintan

Meski tidak memiliki luas lahan sawah terbesar di Jawa Timur, Lamongan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di provinsi tersebut. Daerah ini bahkan mampu melampaui target luas tambah tanam yang ditetapkan pemerintah pusat.

Atas capaian tersebut, Wamentan Sudaryono memberikan apresiasi berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), meliputi combine harvester, traktor, dan drone pertanian.

Menurut Sudaryono, semangat petani Lamongan patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.

Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi pertanian hanya dapat dicapai melalui perluasan areal tanam yang didukung ketersediaan sarana dan prasarana.

“Intinya yang kita hasilkan adalah yang kita panen, yang kita panen itu hasil dari yang kita tanam, jadi kunci dari pertanian itu hanya satu untuk supaya panen lebih banyak maka tanamnya juga harus lebih banyak, tidak ada cara lain. Supaya tanam lebih banyak, maka semua keburuhan dipenuhi, air dipenuhi, pupuk dipenuhi, alat mesin pertanian dan lain-lain dipenuhi, insyaallah dengan itu semua dipenuhi tanam lebih banyak dan panen juga lebih banyak,” ucap Wamentan Sudaryono.

Lamongan Siap Kejar Target Luas Tanam

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memastikan pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan berbagai potensi yang ada untuk memenuhi target luas tambah tanam seluas 233 ribu hektar pada 2026.

Menurut dia, berbagai langkah telah disiapkan, mulai dari optimalisasi jaringan irigasi hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.

“Menghadapi perubahan musim tentunya kita juga akan memaksimalkan irigasi yang ada di Kabupaten Lamongan, termasuk memanfaatkan bantuan pompa, dan terus melakukan perbaikan-perbaikan, normalisasi di saluran irigasi yang ada. Pemerintah terus memperbaiki bibit-bibit dan pola tanam yang lebih baik. Penanaman, pemupukan, penyemprotan hama terus kami transformasikan menggunakan teknologi modern,” ucap Pak Yes.

Dengan dukungan mekanisasi pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta penguatan hilirisasi, Lamongan diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat akar rumput.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.