Dari Sapa Ramah ke Aksi Kejam: Wajah Lain Wanda, Satpam Pembunuh Tiga Wanita Muda

oleh -169 Dilihat
WANDA SUMBAR
Satira Juhanda alias Wanda, tersangka pembunuhan berantai di Sumber. )Foto IST)

KabarBaik.co- Nama Satria Juhanda alias Wanda, kini tengah menjadi buah bibir. Meluas, terutama di wilayah Sumatera Barat. Tindak kejahatannya membuat banyak orang geleng-gelang kepala. Mengelus dada. Tak percaya. Bahkan, sebagian mungkin ikut geram lantaran tindak kebengisannya. Tega membunuh tiga wanita muda. Pacar dan teman akrbanya sendiri.

Wanda tinggal di Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Di mata warga setempat, sebelumnya praktis tidak pernah menimbulkan keributan. Tidak juga menciptakan kekhawatiran. Wanda hanyalah satu dari sekian banyak pemuda kampung yang hidup sederhana, bekerja sebagai security di pabrik bata ringan. Pulang-pergi, nyaris tanpa jejak yang mencolok.

Wanda dikenal baik. Tidak banyak bicara alias pendiam dan ramah. Bukan tipe pemuda yang sering nongkrong atau membuat onar. Memang disebut agak tertutup. Bukan berarti mencurigakan. Malah, beberapa warga menyebutnya sebagai sosok yang kerap menyapa dengan sopan ketika bertemu. Namun, begitu terungkap telah membunuh tiga wanita, warga pun langsung syok. Seolah seperti geledek menyambar-nyambar di siang bolong.

Tak pernah terbayangkan, sosok Wanda yang demikian itu ternyata seorang pembunuh berdarah dingin, Memutilasi tubuh manusia menjadi beberapa bagian. Dan, mengubur dua wanita dalam sumur tua di belakang rumahnya.

Rumahnya terletak agak ke dalam. Tidak menonjol. Dindingnya biasa, suasananya sepi. Di sana Wanda tinggal bersama adik bungsunya, yang masih duduk di bangku SMA. Sang ibu, perempuan berusia sekitar 60 tahun, jarang terlihat di rumah. Di mata warga, ibunya juga dikenal baik.

Kini, Wanda resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka diumumkan oleh Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Iptu AA Reggy, Senin (23/6).  Kepada awak media, ia menyatakan bahwa penyidik telah mengantongi cukup alat bukti untuk menetapkan Wanda sebagai pelaku utama dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

“Untuk SJ alias W sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Alat-alat bukti yang dikumpulkan penyidik sudah cukup kuat,” ujar Reggy, dikutip dari Antara.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil forensik. Di antaranya hasil pemeriksaan DNA pada alat bukti yang diduga digunakan dalam aksi keji tersebut, serta hasil autopsi korban.

Motif pembunuhan masih dalam penyelidikan. Namun, tersangka mengaku nekat menghabisi nyawa SA itu karena persoalan utang-piutang. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya motif lain di balik tindakan keji ini. “Pengakuan awal karena masalah utang piutang, namun kami masih dalami dan kembangkan,” tambah Reggy.

Seperti diberitakan, Polres Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengungkap kasus pembunuhan berantai terhadap tiga perempuan muda. Salah satu korban bahkan dimutilasi. Pelakunya adalah Wanda, 25, yang ditangkap di rumahnya di Batang Anai pada Kamis dini hari, 19 Juni 2025.

Korban pertama yang ditemukan adalah SA, 25, teman main Wanda. Jasadnya ditemukan dalam kondisi termutilasi di Sungai Batang Anai. Wanda mengaku membunuh SA karena sakit hati—SA belum membayar utang sebesar Rp 3,5 juta. Dua korban lainnya adalah mantan pacar Wanda, SO, 23, dan temannya AG, 24. Mereka dibunuh sekitar Januari 2024 lalu dan dibuang ke sumur tua di Pasar Usang.

Kasus ini terungkap setelah potongan tubuh SA ditemukan di sungai pada 16 Juni 2025. Keluarga mengenali korban dari cincin dan aksesori yang masih menempel di tubuh. Polisi lalu menangkap Wanda dan mendapati pengakuan soal dua pembunuhan lainnya.

Wanda membunuh SO dengan mencekiknya, lalu memukul AG dengan benda tumpul. Setelah itu, jasad mereka dibuang ke dalam sumur. Ia mengaku memutilasi tubuh SA menjadi 10 bagian, meski baru 6 bagian yang ditemukan. Ketiga korban diketahui adalah mahasiswi STIE KBP, Kota Padang. AG dan SO sudah dilaporkan hilang sejak tahun lalu.

Kematian para korban membuat keluarga sangat terpukul. Ibu SO meninggal karena syok setelah mendengar anaknya ditemukan tewas. Ayah SO juga sebelumnya meninggal akibat stres memikirkan anaknya yang hilang.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya korban lain. Pelaku kini diamankan di Polres untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi berjanji akan mengungkap seluruh jaringan dan latar belakang kasus ini hingga tuntas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.